AYOJAKARTA.COM – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, membantah keras video yang beredar luas tentang kerusakan alam akibat penambangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat.
“video yang beredar itu hoaks,” bantah Elisa Kambu Gubernur Papua Barat Daya yang dikutip dari Kompas TV pada Senin 9 Juni 2025.
Diketahui sebelumnya, aktivis lingkungan dari Greenpeace melakukan aksi protes atas aktivitas penambangan nikel di beberapa pulau kecil di Raja Ampat, termasuk Pulau Gag, Pulau Kawe, dan Pulau Manuran, yang seharusnya dilindungi dan dilarang penambangan.
Melalui videonya, Greenpeace juga menyuarakan dampak negatif dari eksploitasi nikel tersebut, seperti pembabatan lebih dari 500 hektar hutan dan vegetasi alami serta limpasan tanah yang menyebabkan sedimentasi di pesisir, yang berpotensi merusak terumbu karang dan ekosistem perairan Raja Ampat yang kaya keanekaragaman hayati.
Namun, Elisa menegaskan bahwa aktivitas pertambangan di Pulau Gag berjalan dengan baik, termasuk proses reklamasi yang sudah dilakukan.
“aktivitas tambang di Pulau Gak di sana cukup bagus kerjanya yang sudah eksplorasi sudah di reboisasi,” jelasnya.
Menurutnya, kerusakan lingkungan yang ditampilkan dalam video bukan berasal dari wilayah tambang tersebut.
Pemerintah daerah juga mengacu pada citra satelit yang menunjukkan pembukaan lahan di Pulau Gag baru dimulai pada 2018, dan tidak sesuai dengan gambar video viral yang beredar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menyatakan bahwa kegiatan penambangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, secara umum tidak menunjukkan masalah signifikan setelah peninjauan langsung ke lokasi oleh timnya.
Tak hanya itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Triarno, mengungkapkan bahwa reklamasi lahan tambang di area tersebut sudah cukup baik.
Meski begitu, Kementerian ESDM bersama Kementerian Lingkungan Hidup tetap melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh terkait izin usaha pertambangan di Raja Ampat untuk memastikan keberlanjutan lingkungan kawasan yang kaya keanekaragaman hayati ini. ***

Share this article
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, membantah keras video yang beredar luas tentang kerusakan alam akibat penambangan nikel di Pulau Gag