AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, sebuah berita yang diunggah tentang kasus penganiayaan oleh Mario Dandy menjadi viral setelah melampirkan foto David GadgetIn pada headline beritanya.
Bukannya memperlihatkan sosok pelaku, berita yang diterbitkan di The Strait Times malah menggunakan foto David sebagai gambar utama.
Hal ini tentunya menuai banyak tanggapan dari para warganet dan mengkritik media yang keliru menggunakan foto orang tersebut.
Baca Juga: Waduh! Simpati Publik Berubah Jadi Makian Sejak Kamaruddin Simanjuntak Minta Naikkan Jabatan Yosua
Terbaru, media yang bernama The Strait Times itu akhirnya mengganti fotonya menjadi pelaku sesungguhnya yaitu Mario Dandy.
Hal ini dikonfirmasi dan juga dibagikan oleh akun instagram @undercover.id melalui postingan terbarunya tentang kabar tersebut.
“Usai diprotes warganet Indonesia, ‘The Strait Times’ ganti foto David GadgetIn dengan foto Mario Dandy,” terangnya seperti dikutip AyoJakarta.com dari @undercover.id.
Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi David GadgetIn yang tidak terlibat apapun tetapi menjadi dibicarakan dalam kasus Mario Dandy tersebut.
Seperti yang telah diketahui, para warganet khususnya pengguna Twitter memang sering menggunakan wajah David untuk dijadikan meme.
Wajah dari influencer di bidang teknologi itu ternyata juga menjadi korban keisengan warga twitter yang kemudian disalahgunakan oleh media luar.
Hal ini bermula dari sebuah cuitan oleh STForeignDesk yang memperlihatkan sebuah berita tentang Mario Dandy.
“Indonesian youth’s attack on girlfriends’s ex-lover exposes his public servant dad’s unexplained wealth,” cuitnya dengan memperlihatkan foto David GadgetIn.
Atas kesalahan tersebut, banyak orang yang kemudian mengkritik media itu dan menjelaskan bahwa hal tersebut bisa membuat reputasi dari David menjadi buruk.
“Please revise this. You are using the wrong person’s photo and threatening his reputation,” tulis seseorang.
Ada juga yang mengungkapkan bahwa penggunaan foto David untuk melucu memang sudah biasa, seperti sebelumnya foto David diedit menjadi poster film.
Namun, penggunaan foto orang tak bersalah untuk berita kriminal sudah menjadi hal yang keterlaluan.
“Kalo di film Dear David masih ok lah, tapi ini udah keterlaluan,” ujarnya.
Di sisi lain, ada juga netizen yang menegaskan agar pihak media mengecek terlebih dahulu ketika akan menerbitkan suatu berita.
Ini bisa menjadi pertanyaan besar tentang kredibilitas media tersebut dalam menyebarkan kabar ke publik.
“I think you should double check your information next time, you got the wrong photos! I questioned your credibility as a news media,” ujarnya.***

Share this article
Bukannya memperlihatkan sosok pelaku, berita yang diterbitkan di The Strait Times malah menggunakan foto David sebagai gambar utama.