AYOJAKARTA.COM - Rafael Alun Trisambodo mantan pejabat pajak yang namanya ramai akibat ulah aniaya yang dilakukan anaknya Mario Dandy hari ini sudah terlihat hadir di Gedung Merah Putih KPK hari ini Rabu (1/3).
Rafael Alun Trisambodo dijadwalkan akan melakukan klarifikasi atas harta kekayaan beserta sumbernya yang dianggap tidak wajar berdasarkan laporan LHKPN yakni Rp 56 Miliar.
Seperti dikutip Ayojakarta.com pada laman Suara.com, Rafael Alun Trisambodo diketahui hadir di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 07.45 WIB.
Rafael yang saat itu datang menggunakan pakaian serba gelap, terlihat hadir seorang diri dan langsung menuju ke lobby gedung.
Dipantau sejam berlalu atau sekitar pukul 08.45 WIB, Rafael rupanya masih terlihat duduk di lobby sambil memegangi kepalanya.
Sayangnya wajah mantan pejabat Dirjen Pajak Eselon II tersebut tak dapat terlihat, sehingga ekspresinya pun tak dapat terlihat.
Rafael Alun sendiri memang dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan pada pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Buntut Aksi Mario Dandy, KPK Panggil Rafael Alun Hari Ini: Bila Tidak Wajar Bisa Jadi Tindak Pidana!
Penemuan Tak Wajar Bisa Jadi Indikasi Tindak Pidana
Menurut Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, Rafael Alun Trisambodo akan mengklarifikasi jumlah hartanya serta sumber yang dikatakan tidak wajar tersebut berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Bahkan apabila ditemukan ketidakwajaran pada harta kekayaan milik Rafael dan sumber yang mencurigakan, dan Rafael tidak mampu menjelaskan maka kasus bisa berkembang menjadi sebuah indikasi tindak pidana.
"Dari arah LHKPN dan PPATK dimana kita mendapatkan misalnya transaksi-transaksi yang mencurigakan atau terhadap aset-aset yang kemudian tidak dilaporkan dan kemudian ketika kita klarifikasi yang bersangkutan tidak bisa membuktikan kekayaannya maka dia bisa menjadi indikasi terjadinya suatu penyimpangan," ujarnya.
Sebelumnya PPATK juga pernah menyatakan ada penemuan atas transaksi harta kekayaan milik Rafael Alun Trisambodo.
Ada harta-harta serta aset milik Rafael yang rupanya tidak dilaporkan dan menimbulkan kecurigaan.
Dan itu akan dijadikan permulaan pemeriksaan terkait adanya dugaan tindak pidana dalam hal ini bisa saja korupsi.
Temuan oleh pihak PPATK pun pernah dilaporkan ke pihak KPK.
Bahkan data tersebut sudah dilaporkan jauh sebelum adanya kasus penganiayaan yang dilakukan anak Rafael, Mario Dandy hingga beritanya menjadi viral.
Ada transaksi yang dinilai signifikan namun tidak sesuai dengan profil Rafael Alun yang menjadi pegawai pajak.
Contoh lain aset yang tidak dilaporkan adalah mobil Rubicon yang sempat ramai karena digunakan sang anak waktu penganiayaan dan bahkan diketahui telah telat pajak.
Dan juga ada motor Harley Davidson yang juga kerap dipamerkan sang anak Mario Dandy di media sosial.
Artikel ini telah tayang pada laman Suara.com dengan judul BREAKING NEWS! Rafael Alun Penuhi Panggilan KPK, Terduduk Pegang Kepala.***

Share this article
Rafael Alun datang menggunakan pakaian serba gelap, terlihat hadir seorang diri dan langsung menuju ke lobby gedung KPK.