AYOJAKARTA.COM--Pernyataan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang meminta setiap pejabat negara untuk melakukan pembuktian terbalik hartanya pada 2016 menjadi sorotan publik.
Pernyataan Ahok tersebut seakan menjadi bukti nyata menyusul terbongkarnya harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo, mantan pegawai Dirjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang baru-baru ini dicopot jabatannya oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah anak Rafael Alun Trisambodo, Mario Dandy Satrio, melakukan penganiayaan terhadap anak petinggi GP Ansor, David, minggu lalu.
Diketahui, sebelum heboh penganiyaan itu, ternyata Mario gemar memamerkan harta kekayaan keluarganya, sehingga publik curiga dan mendesak adanya pengustutan harta sang Ayah, Rafael Alun.
Diketahui, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta di tahun 2016, Ahok menegaskan bahwa sistem pembuktian terbalik perlu dimasukkan ke dalam undang-undang pilkada.
Pernyataan tersebut dilontarkan Ahok, dengan tujuan agar calon pejabat nantinya bersih dari korupsi.
Selain itu Ahok juga menyerukan apabila seorang pejabat tidak dapat membuktikan asal muasal harta yang dimilikinya, maka selayaknya harta tersebut disita untuk negara.
"Jadi kalo ada pejabat negara tidak bisa membuktikan hartanya darimana maka itu disita untuk negara, nah siapapun yang mau jadi pejabat harus bisa membuktikan hartanya dari mana, biaya hidupnya seperti apa" ujar Ahok dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube kompasTV.
Ahok juga berpesan bahwa jika ada pejabat yang tidak bisa membuktikan hartanya maka tidak usah menjadi pejabat.
"Ya kalo tidak bisa memenuhi ketentuan tersebut (pembuktian) maka tidak boleh menjadi pejabat," Jelas Ahok.
Baca Juga: Minta Perlindungan LPSK, Keluarga David Ajukan 3 Permohonan Ini, Salah Satunya Perhitungan Restitusi
Saat ini publik sedang menyoroti perihal harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo, buntut ulah pamer dari anaknya yang menjadi tersangka penganiayaan. Terungkap harta kekayaan Rafael Alun capai Rp 56,1 Miliar.
Rafael Alun Trisambodo pun akan diselidiki oleh tim khusus yang dibentuk oleh Menkeu Sri Mulyani.
Pernyataan Ahok yang kini viral di sela banyaknya kasus pejabat hedon dengan harta kekayaan fantastis itu pun menuai komentar warga netizen.
Mereka mengapresiasi peringatan Ahok mengenai harta kekayaan pejabat dengan menyoroti kasus ini sebagai contoh nyata dari pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan.
Salah satu akun twitter @M45Broo bahkan mencuitkan untuk Ahok menjadi ketua KPK "Setuju gk gaes klo Ahok jd ketua KPK..?," Ujar @M45Broo.
Bahkan influencer Shaggy Sigit Sarwanto juga menyoroti omongan Ahok dimasa lalu tersebut "Sudah dibilang ama Ahok jauh-jauh sebelumnya... Terbukti lagi kan?," Ujar @Shaggy_Solo.
Bahkan salah satu netizen menilai omongan ahok yang dulu diucapkan tersebut jika diterapkan tidak akan terjadi tragedi rubicorn "Kalau dulu kalian mau mendengarkan kata pak ahok, gak ada kelebihan bayar, gak ada lem aibon, apalagi rubicon," Ujar @adri_7i.

Share this article
Ahok juga menghimbau dan menyerukan apabila seorang pejabat tidak dapat membuktikan asal muasal harta yang dimilikinya