AYOJAKARTA.COM – Kasus harta kekayaan tak wajar yang dimiliki oleh mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo masih terus menjadi topik panas saat ini.
Harta kekayaan tak wajar yang dimiliki Rafael Alun Trisambodo terungkap setelah ulah sang anak yang kerap pamer di media sosial.
Tak hanya kerap pamer harta, anak Rafael Alun Trisambodo yakni Mario Dandy Satrio juga terjerat kasus hukum usai menganiaya David putra petinggi GP Ansor.
Diinformasikan saat ini pihak KPK telah menaikkan status Rafael Alun Trisambodo, yang awalnya pemeriksaan sekarang menjadi penyelidikan.
Rafael Alun Trisambodo sendiri juga telah dipecat setelah dinilai melakukan pelanggaran disiplin berat.
Tak hanya itu, PPATK baru saja menginformasikan jika menemukan mutasi dalam jumlah tak wajar di rekening Rafael Alun Trisambodo CS.
Dimana mutasi tersebut totalnya mencapai Rp500 miliar atau setengah triliun sejak 2019 hingga 2023.
“Di atas 40 rekening (diblokir), dan akan terus bertambah. Keluarga dan semua pihak terkait, ada beberapa puluh rekening sudah kami blokir,” ujar Ivan Yustiavandana Kepala PPATK.
“Nilai mutasi rekening periode 2019-2023 sekitar Rp500 miliar,” imbuhnya.
Disisi lain, pihak KPK juga menyoroti terkait dugaan adanya geng pejabat di tubuh Kementerian Keuangan.
Geng pejabat ini juga menyeret nama-nama dari teman seangkatan Rafael Alun Trisambodo.
Kemudian yang lebih mengejutkan, saat dikutip AyoJakarta.com dari Youtube TV One pada (3/3/23), perihal geng pejabat tersebut disampaikan oleh Pahala Nainggolan selaku Deputi Pencegahan KPK.
Baca Juga: Waduh! 40 Rekening Rafael Alun Diblokir PPATK, Kini Ayah Mario Dandy Diduga Simpan Emas di Basemant
Dalam pernyataannya, Pahala Nainggolan menyebut jika pihaknya mendapat informasi soal beberapa nama yang diduga berkaitan dengan kasus harta tak wajar Rafael Alun Trisambodo.
Diantara pihak-pihak yang dicurigai sebagai bagian dari geng pejabat pajak tersebut bahkan ada yang jejak karir dan penempatan kerjanya selalu sama dengan Rafael Alun Trisambodo.
“Kalau dibilang geng ya bukan geng-geng anak SMP ngumpul-ngumpul enggak,” ujar Pahala Nainggolan.
“Kita dapat informasi si ini ni sama si ini, si ini, kita lihat oiya perjalanan karirnya nyambung di beberapa tempat,” jelasnya.
Baca Juga: Geger! Warga Soroti Mobil Land Cruiser Walikota Jambi yang Nunggak Pajak 5 Bulan
Pahala Nainggolan juga menegaskan jika geng pejabat pajak ini sifatnya bukan seperti komplotan.
Namun mereka lebih menggunakan pola, dimana pola tersebut yang akan terus diselidiki oleh pihak KPK.
“Itu yang saya maksud geng, jadi jangan geng dia dianggap berkomplot,” ujar Deputi Pencegahan KPK tersebut.
“Tapi ada polanya yang kita lihat,” kata Pahala Nainggolan.
“Oleh karena itu kita sangat penting untuk lihat gimana sih polanya ini,” imbuhnya.***

Share this article
Pihak KPK juga menyoroti terkait dugaan adanya geng pejabat di tubuh Kementerian Keuangan. Siapakah yang dimaksud geng Rafael Alun?