AYOJAKARTA.COM -- Erupsi Gunung Merapi kambali terjadi pada Minggu 12 Maret 2023 pada sekitar jam 20:40 WIB.
Seperti yang terjadi pada hari Sabtu 11 Maret 2023 lalu, erupsi Gunung Merapi kali ini disertai dengan semburan lava pijar.
Selain lava pijar, erupsi Gunung Merapi juga menimbulkan hujan abu yang masih terus berkelanjutan.
Dalam siaran pers yang dilansir Ayojakarta dari halaman magma.esdm.go.id pada Minggu, 12 Maret 2023, diketahui sejumlah informasi.
Sejak 5 November 2020, Badan Geologi melalui PVMBG-BPPTKG status aktivitas Gunung Merapi ditetapkan dengan status Siaga.
Pada 4 Januari 2021, Gunung Merapi memasuki masa erupsi efusif yang ditandai dengan sejumlah aktivitas vulkanis.
Tanda-tanda tersebut antara lain dapat dilihat dari adanya pertumbuhan kubah lava, guguran dan awan panas guguran.
Saat ini gunung Merapi diketahui telah memiliki dua jenis kubah lava, yakni kubah lava barat daya serta kubah lava tengah kawah.
Berdasarkan pada hasil analisis foto dari udara yang dilakukan pada 13 Januari 2023 lalu, volume kubah di bagian barat daya terhitung mencapai 1.598.700 m³.
Sedangkan volume kubah gunung Merapi pada bagian tengah terhitung mencapai sebesar 2.267.400 m³.
Baca Juga: Waduh! Merasa Gemas Driver Ojol Beri Bogem Pelaku Pelecehan Seksual, Warganet: Bintang 5 Bang!
Dengan adanya kedua kawah ini, jika terjadi longsor secara masif akan berpotensi menimbulkan awan panas di sekitar lokasi.
Radius mencapai 7 kilometer diperkirakan akan terjadi ke arah barat daya, dan radius sejauh 5 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Aktivitas erupsi gunung Merapi sampai dengan saat ini diketahui masih cukup tinggi, dengan jumlah guguran lava terjadi hingga 19 kali.
Selain itu, berdasar data seismisitas dan deformasi, aktivitas vulkanik di bagian dalam Merapi juga masih tergolong tinggi.
Dengan catatan tersebut, aktivitas vulkanik pada Gunung Merapi kemudian ditetapkan dengan status Siaga atau Level III.
Adapun potensi bahaya yang masih menjadi ancaman antara lain berupa guguran lava serta awan panas di bagian selatan-barat daya.
Akibat erupsi Gunung Merapi yang terjadi hari ini, sejumlah wilayah di sekitar Merapi dan Magelang ikut mengalami dampak.
Baca Juga: Warga Panik! 24 Guguran Awan Panas Gunung Merapi Sentuh Jarak 4 KM
Selain Magelang, dampak hujan abu dengan intensitas tebal serta cukup besar juga terjadi di Kebumen dan Purworejo.
Di beberapa tempat di sekitar Magelang, diketahui sempat terjadi suasana gelap akibat pekatnya hujan abu.
Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten dan sekitarnya tetap melakukan upaya mitigasi terkait dengan potensi bahaya sekitar Gunung Merapi yang masih terjadi.***

Share this article
Pemerintah Kabupaten yang ada di sekitar Gunung Merapi wajib lakukan deretan hal ini agar menghindar dari dampak erupsi. Simak selengkapnya!