AYOJAKARTA.COM – Keputusan FIFA untuk mencoret status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 masih dipertanyakan karena publik menganggap dalam media release FIFA tidak disebutkan dengan jelas.
Meskipun keputusan FIFA membatalkan status tuan rumah Indonesia muncul setelah kegaduhan adanya penolakan kepada Israel di Piala Dunia U-20.
Namun ada sebagian opini yang menganggap bahwa alasan FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 ada hubungannya dengan tragedi Kanjuruhan.
Sebelum FIFA mencoret Indonesia, FIFA sudah terlebih dahulu membatalkan agenda drawing yang seharusnya dilaksanakan di Bali pada 30 Maret 2023 untuk mengundi jadwal laga antar timnas.
Hal tersebut dilakukan FIFA karena kabarnya FIFA sudah mendengar bahwa Gubernur Bali I Wayan Koster menolak kedatangan Israel.
Sebelum FIFA memutuskan negara mana yang akan menjadi tuan rumah, Indonesia memiliki saingan dua negara yaitu Peru dan Brazil.
Pada saat itu Peru dan Brazil mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 dengan hanya didukung oleh surat dari Menpora saja.
Sedangkan Indonesia mengajukan diri dengan restu dari Presiden Joko Widodo langsung, oleh karena itu Indonesia berhasil terpilih menjadi tuan rumah.
Tidak hanya restu dari presiden saja, bahkan Indonesia juga didukung oleh government guarantee dari sejumlah Menteri dan juga Kapolri. Adapun hostly agreement yang telah ditandatangani oleh enam gubernur.
Enam gubernur tersebut adalah eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur Palembang Herman Daru, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (31/3/2023), Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Zainudin Amali menjelaskan bahwa karena sudah ada perjanjian inilah maka FIFA kecewa dengan Indonesia yang justru menolak salah satu negara anggota FIFA untuk berlaga di Piala Dunia U-20.
Oleh karena itu FIFA memutuskan untuk membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah dan memberikannya kepada negara lain yaitu Argentina.
“Kita ini sudah punya komitmen, sudah menyampaikan government guarantee, sudah menyampaikan hostly agreement dan itu tidak kita patuhi sehingga akhirnya kita dianggap tidak mampu sebagai tuan rumah sehingga dicabut,” kata Zainudin Amali.
Alasan penolakan FIFA terhadap Indonesia dinilai sudah sangat jelas oleh Zainudin Amali karena dinamika internal Indonesia sudah dipantau oleh FIFA.
Diduga pada saat membuat perjanjian tersebut Indonesia tidak menduga bahwa Timnas Israel akan lolos kualifikasi.***

Share this article
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Zainudin buka suara tentang FIA yang membatalkan Indonesia jadi tuan rumah piala dunia U-20.