AYOJAKARTA.COM – Israel menjadi negara yang ditolak oleh sejumlah pihak di Indonesia dalam laga Piala Dunia U-20. Namun Israel sendiri ternyata tidak terlalu merespons hal tersebut.
Justru Indonesia sendiri yang mendapat imbasnya dengan dibatalkannya status tuan rumah untuk Piala Dunia U-20 dan gagal menjadi partisipan.
Pasalnya Indonesia tidak lolos kualifikasi, saat masih berstatus sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki slot untuk menjadi partisipan. Jadi ketika status itu dicabut maka otomatis kesempatan untuk menjadi partisipan juga hilang, sedangkan Israel yang lolos kualifikasi tetap akan bermain di Piala Dunia U-20.
Penolakan sejumlah pihak kepada Israel sempat membuat gaduh dan menimbulkan banyak pro dan kontra.
Hingga akhirnya kabar ini didengar oleh FIFA dan menimbulkan masalah yang cukup serius dengan dicoretnya Indonesia.
Padahal Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sudah melakukan dialog dengan FIFA tetapi tidak membuahkan hasil yang baik.
Belum lagi Indonesia terancam akan mendapatkan sanksi dari FIFA yang hingga saat ini belum diketahui dengan pasti apa sanksi yang akan diterima.
Namun, diketahui pihak Israel sendiri tidak merespons apapun atas kegaduhan yang terjadi di Indonesia.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter @Box2BoxBola (31/3/2023), ternyata Israel sedang melakukan protes besar-besaran di negaranya.
Suporter klub bola menjadi pemimpin dalam protes besar-besaran ini, oleh karena itu Israel tidak terlalu terganggu dengan penolakan dari Indonesia.
Protes besar-besaran yang terjadi di Israel adalah buntut dari reformasi peradilan pada rezim pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Pada reformasi tersebut akan memberikan wewenang yang lebih besar kepada pemerintah untuk memilih hakim dan membatasi pihak yudisial.
Dengan adanya reformasi peradilan maka masyarakat Israel menilai bahwa hal tersebut akan melemahkan peradilan dan membahayakan kebebasan warga sipil hingga membuat stabilitas negara terganggu.
Protes besar-besaran ini membuat Israel terbagi menjadi 2 sisi yang sama-sama dimotori oleh para supporter sepak bola.
Di satu sisi ada Ultras Hapoel 99 yeng merupakan suporter dari klub Hapoel Tel-Aviv, mereka memiliki ideologi anti fasis dan memimpin gerakan protes terhadap reformasi. Sisi ini juga didukung oleh suporter klub asal Jerman FC St Pauli.
Sedangkan di sisi lain terdapat kelompok La Familia yang merupakan suporter Beitar Jerusalem yang mendukung keputusan rezim Benjamin Netanyahu.
Bentrok antara kedua kubu pecah pada 30 Maret 2023 bertepatan dengan hebohnya Indonesia atas pembatalan status tuan rumah Piala Dunia U-20.***

Share this article
Indonesia sibuk tolak timnas Israel di Piala Dunia u-20 hingga batal jadi tuan rumah, Isrel sendiri tidak merespons apapun melainkan sibuk..