AYOJAKARTA.COM – Memasuki akhir libur Lebaran 2023, banyak pemudik yang memutuskan untuk kembali ke daerah mereka bekerja atau bersekolah. Pemudik motor terlihat memadati jalur Pantura menuju Jakarta, meskipun kondisi lalu lintas bisa dikatakan ramai lancar.
Namun, meskipun antusiasme arus balik cukup tinggi, bagi pengemudi motor di Pantura, gelombang panas yang menimpa Asia pun menjadi masalah tersendiri untuk para pemudik.
Suhu ekstrem membuat banyak pemudik motor memutuskan untuk sering beristirahat.
Bahkan, terlihat kepadatan motor yang terparkir di masjid dan SPBU untuk menghindari sengatan matahari terlalu lama, meskipun suhu di Indonesia tidak sepanas di Bangladesh, India, dan Myanmar, serta Thailand.
Baca Juga: Pilpres 2024 Makin Panas, Ini Peran Presiden Jokowi Kata Pengamat!
Sebelumnya, diketahui suhu 50 derajat celcius menerpa kawasan Bangladesh dan sekitarnya. Sementara Indonesia memiliki pusat titik terpanas di Ciputat, Tangerang dengan suhu 37,2 derajat celcius.
Akibat cuaca yang panas, banyak pemudik yang memutuskan untuk lebih sering beristirahat agar tidak menguras stamina dan berada di bawah paparan sinar matahari dengan intensitas lama.
Seperti halnya Yuda yang merupakan salah satu pemudik yang mana sedang melakukan perjalanan balik, dari Brebes, Jawa Tengah, ke Depok bersama anak dan istrinya.
Yuda mengakui bahawa cuaca pada mudik pertama pasca pencabutan PPKM cukup menantang karena panasnya cuaca. Suhu ekstrem bisa membuat pemudik motor mudah lelah.
Baca Juga: Cuaca Panas dan Sinar UV Ekstrem Terjang Indonesia, BMKG Ungkap Alasannya Karena Ini
“Ya kami putuskan nanti istirahat di rest area seperti masjid atau SPBU setiap minimal setengah jam hingga satu jam sekali,” jelas Yuda dalam siaran Metro TV, dikutip AyoJakarta.com pada Jumat, 28 April 2023.
Yuda menjelaskan bahwa tidak berani mengambil risiko dengan panasnya cuaca dan membawa keluarga. Mengedepankan kesehatan dan stamina agar selamat sampai tujuan adalah prioritas.
Selain itu Yuda menjelaskan barang-barang yang wajib digunakan dan dibawa selama arus mudik dan balik Lebaran 2023.
“Sarung tangan, jaket, masker, sabun cuci muka untuk dipakai setiap kepanasan dan istirahat di rest area,” terang Yuda.
Lebih lanjut Kemenkes atau Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk mengurangi intensitas berada di bawah sinar matahari sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00WIB.
Selain itu, pemakaian sunscreen atau tabir surya untuk mencegah sinar ultraviolet yang menyebabkan kanker kulit masuk ke dalam kulit sangat penting.
Pemudik juga diingatkan untuk sering minum air putih dan membawa persediaan air yang cukup. Bila perlu sediakan air dingin untuk disemprotkan pada kendaraan yang panas karena terparkir di tempat yang tidak teduh.***

Share this article
Antusiasme arus balik cukup tinggi, bagi pengemudi motor di Pantura, gelombang panas yang menimpa Asia menjadi masalah.