AYOJAKARTA.COM- Program Formula E yang dibanggakan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini akan dipakai sebagai alat untuk menjegalnya ketika ia maju sebagai capres di pilpres 2024 mendatang.
Anies mengatakan bahwa penjegalan tersebut nantinya akan menjadi tanggung jawab mereka yang menuduh tanpa bukti.
"Jegal menjegal dan lain-lain itu adalah tanggung jawab mereka yang melakukan penjegalan. Saya sih main jalan terus aja, apa yang saya kerjakan, bismillah dengan cara yang benar untuk kebaikan orang banyak. Bila kemudian ada yang tidak setuju sampaikan, kita siap berdiskusi," kata Anies.
Baca Juga: Diwacanakan Maju Pilpres 2024 dengan Ahok, Anies Baswedan Tegas: Ini Bukan Lucu-lucuan!
Selain itu, Anies percaya bahwa jika seandainya ada yang memutarbalikkan fakta maka tuhan sendiri yang akan menunjukkan kuasanya.
"Dan bila kemudian ada yang memutarbalikkan fakta biarlah waktu nanti membuktikan fakta yang sesungguhnya seperti apa. Dan saya merasa yakin betul bahwa allah itu maha membimbing.
Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan ini mengungkapkan bahwa ketika ia menemukan jalan yang buntu dari setiap persoalan atau masalah yang dihadapinya maka tuhan akan memberikan jalannya.
"Jadi ketika mendengar tentang apa itu penjegalan, udahlah biar itu urusan mereka. Urusan saya adalah menjalankan dengan cara benar, menjalankan dengan cara yang baik untuk kemaslahatan orang banyak. Biarkan nanti saya pertanggungjawabkan kepada allah, diri saya, dan anak-anak saya, " ungkapnya.
Selanjutnya Anies juga mengklaim bahwa dirinya memang selalu membantu tugas KPK sejak ia bertugas sebagai rektor dan menetapkan mata kuliah anti korupsi sebagai matakuliah wajib.
"Saya masih yakin kalau KPK akan bekerja secara profesional, KPK adalah lembaga terhormat. KPK akan memproses laporan siapa saja sesuai dengan semua prosedur dan ketentuan, " jelasnya lebih lanjut.
Kemudian ia mengatakan setiap warga negara memiliki hak untuk menilai. Sebab Anies mengaku kalau dirinya tidak bisa mengatur perasaan dan pikiran orang sebagai pemerintah.
Terkait isu tentang aliran dana Formula E yang dikabarkan masuk ke kantongnya ataupun ke jajaran pemprov DKI baik secara administrasi dalam proyek tersebut bisa dikatakan siapa yang menuduh maka orang itu harus memberikan buktinya menurutnya.
"Dalam semua sifat penuduhan, yang harus membawa bukti adalah yang menuduh, bukan yang dituduh. Dimana-mana itu kalau anda menuduh anda bawa bukti. Habis energi semua orang, kalau semua orang yang dituduh harus bawa bukti, habis energi kita, " ucapnya.
Disamping itu Anies juga menegaskan kembali bahwa yang menudingnya terkait Formula E itu harus punya bukti. Jika tidak ada bukti maka tudingan tersebut harus dibatalkan karena tidak ada unsur yang kuat dalam kasus tersebut.
"Bila ada yang mengatakan saya mengambil uang, habis itu tunjukkan. Bila tidak ada, maka tuduhannya batal. Jangan dibalik. Setiap yang dituduh harus memberikan pembuktian. Saya tidak pernah terima dan memang ini adalah sebuah project untuk Indonesia yang kita berurusan dengan lembaga internasional yang memiliki reputasi, " kata Anies lagi yang dikutip AyoJakarta.com di akun tiktok @Dahsyatchannel pada selasa (16/5).
Tak cukup sampai disitu, Anies juga mengatakan kalau project Formula E ini ada rekamannya yang bisa dibuktikan. Sebab ia tidak pernah menutup-nutupi bagaimana kegiatan proyek Formula E ini.***

Share this article
Formula E menjadi salah satu event yang diselenggarkan dalam masa jabatan Anies Baswdan. Kini event itu menjadi alat untuk menjegalnya.