AYOJAKARTA.COM — Kemarin, sehari sebelum dilakukan upacara Kemerdekaan RI k-78, Sidang Tahunan MPR dilaksanakan di Gedung DPR/MPR RI.
Adapun Sidang Tahunan MPR tersebut tepatnya dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Agustus 2023, dan ini merupakan pidato terakhir Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode keduanya sebagai Presiden RI.
Hal tersebut dikarenakan pada bulan Februari 2024 mendatang akan dilakukan pemilihan umum, dan tentu akan hadir presiden baru RI.
Saat pidato, Jokowi menyampaikan beberapa hal. Dan di antaranya adalah mengenai sosok “pak lurah”, bahkan Jokowi juga menyebutkan tentang kerapnya dihina dibilang bodoh, tolol, hingga plonga-plongo.
Adapun ada yang mengatakan sosok pak lurah ini, Jokowi menyebutkan kalau hal tersebut berkaitan dengan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Jokowi merasa heras terkait siapa yang dimaksud dengan sosok “pak lurah” yang disampaikan sejumlah politikus partai. Namun beberapa waktu lalu, Jokowi baru mengetahui bahwa sosok pak lurah yang dimaksud adalah dirinya sendiri.
“Setiap capres-cawapresnya, jawabannya, 'Belum ada arahan pak lurah.' Saya sempat mikir siapa ini pak lurah? Sedikit-sedikit pak lurah. Belakangan saya tahu yang dimaksud pak lurah itu saya," sebut Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR seperti dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 18 Agustus 2023.
Terkait hal ini pun, Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak punya peran apa pun dalam pilpres, dirinya tidak ingin ikut campur apapun karena proses pemilu adalah urusan partai politik.
Bahkan Jokowi menegaskan bahwa dirinya bukan pak lurah, bukan ketua umum partai politik, melainkan Presiden Republik Indonesia.
Selain itu, Jokowi juga menyinggung terkait ada beberapa pihak yang kerap menghinanya dengan berbagai sebutan, namun dirinya tetap menerima saja.
“Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tau apa-apa, fir'aun, tolol. Ya ndak apa-apa, sebagai pribadi saya menerima saja,” Sebut Jokowi.
Namun terkait hal ini, Jokowi merasa sedih, karena budaya saling menghormati sudah mulai pudar, bahkan arti dari kebebasan di negeri ini kini disalahgunakan untuk menyampaikan ujaran kebencian.***

Share this article
Kemarin, sehari sebelum dilakukan upacara Kemerdekaan RI k-78, Jokowi hadiri Sidang Tahunan MPR yang dilaksanakan di Gedung DPR/MPR RI.