AYOJAKARTA.COM — Euforia Pilpres 2024 semakin terasa karena waktu pelaksanaan yang semakin dekat.
Beberapa pengamat politik telah memberikan argumentasi beragam terkait Pilpres 2024.
Salah satunya, sosok analis politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Singgih Manggalou, membeberkan beberapa argumennya terkait Pilpres 2024.
Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 mendatang diprediksi akan berlangsung dua putaran.
Baca Juga: Momen Anies Terguling Saat Ikut Lomba HUT RI Ke 78 di Lebak Bulus, Warganet: Masya Allah
Hal tersebut karena tiga calon presiden yang maju, yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, diprediksi tidak bisa meraup suara 50 persen lebih pada putaran pertama.
Sehingga proses Pilpres akan berpotensi berlangsung dua kali putaran.
Bila merujuk pada tingkat elektabilitas saat ini, Prabowo Subianto akan berpeluang besar ke putaran kedua.
Jika yang lolos putaran kedua adalah Prabowo Subianto dan Ganjar maka para pendukung Anies Baswedan berpeluang besar akan mendukung Prabowo.
"Bila digelar dua putaran, pergeseran suara pemilih Pak Anies lebih berpotensi 'bedol desa' ke Pak Prabowo daripada ke Pak Ganjar," kata Singgih seperti dikutip AyoJakarta.com dari Republika pada Jumat, 18 Agustus 2023.
Singgih berargumen melalui survei yang digelar Surabaya Research Syndicate (SRS) periode 2-11 Agustus 2023, yang menghasilkan ceruk pemilih Anies Baswedan jika dipecah lebih mendalam sangat bersinggungan dengan pendukung Prabowo Subianto.
Maka dari hasil survei, terlihat bahwa para pemilih Anies Baswedan tersebut mayoritas diprediksi akan menjatuhkan pilihan ke Prabowo Subianto di putaran kedua Pilpres 2024.
"Ceruk pemilih Pak Anies Baswedan jika di-breakdown dari data survei terpotret sangat beririsan dengan Pak Prabowo," tambah Singgih.
Baca Juga: Partai Demokrat Dorong Kemandirian Anies Baswedan dalam Tentukan Cawapresnya Sendiri
Lebih lanjut, Singgih turut menjelaskan setidaknya ada dua faktor yang mengakibatkan pemilih Anies Baswedan dan Prabowo Subianto beririsan.
Pertama, dari faktor Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat sebagai pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 dan 2019.
"Ini membuat pemilihnya memiliki 'kedekatan batin'," ujar Singgih.***

Share this article
Analis politik diprediksi akan berlangsung dua putaran, pemilih Anies Baswedan dan Prabowo Subianto beririsan.