AYOJAKARTA.COM - Hari ini adalah momentum Indonesia memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli di setiap tahunnya.
Hari Anak Nasional 2022 merupakan perayaan ke-39 sejak ditetapkan pada 19 Juli 1984 oleh Presiden ke-2 Indonesia Soeharto.
Ketentuan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional.
Kawasan SCBD Jakarta Selatan tengah menjadi tempat hits bagi para remaja untuk nongkrong.
Bukan hanya anak-anak Jakarta, tapi remaja yang datang ke wilayah tersebut justru kebanyakan dari kota penyangga.
Sehingga munculah sebuah pelesetan kepanjangan dari SCBD menjadi Sudirman, Citayem, Bogor, dan Depok.
Viralnya aktivitas nongkrong di wilayah Sudirman tersebut tak lepas dari konten yang menunjukan aksi Bonge, Kurma, Jeje, dan Roy yang sering berseliweran di media sosial.
Konten tentang keempatnya ini kerap kali viral karena cerita hubungan asmara mereka yang menggelitik.
Psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener menjelaskan bahwa usia remaja memang menjadi fase bagi anak dalam masa pencarian jati diri.
Faktor lingkungan pertemanan bisa jadi sangat mempengaruhi mereka dalam menentukan siapa dirinya.
Saat ini hasil kreativitas mereka menjadi viral dan mendapatkan popularitas.
Secara normal remaja memang akan menyadari nilai ekonomi yang didapat atas dirinya.
Faktor tersebut, kata Samanta, bisa membuat anak-anak itu semakin yakin dengan kemampuan diri untuk berprestasi dalam pembuatan konten-konten viral juga peragaan busana.
Sementara itu, Psikolog Erik Erikson menyebutkan bahwa remaja adalah masa identity vs confusion yang mana juga mengembangkan value kesetiaan.
Remaja setia pada pertemanannya dan bagaimana kelompok dalam pertemanannya menggiring suatu tren yang dianggap bagi dirinya sesuatu yang 'cool' alias keren dan menjadi bagian dari society," jelas Samanta kepada suara.com, Jumat (22/7/2022)
"Dengan berkumpul di SCBD, membuat konten-konten viral dan akhirnya menjadi viral, mereka merasa jadi ada di panggung keberhasilan atas kreativitas mereka," imbuhnya.
Perasaan berhasil tersebut bisa membuat para remaja itu mengalami peningkatan rasa percaya diri.
Dampak baiknya mereka lebih menghargai diri sendiri atas usaha yang dilakukan.
"Ternyata hal ini memunculkan motivasi dalam dirinya untuk semakin maju mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan kreativitas yang diciptakan," ujar Samanta.
Dari luar mungkin akan terlihat remaja-remaja itu sekadar bermain, tetapi aktivitas nongkrong tersebut ternyata bisa saja bermanfaat untuk psikologis anak-anak.***

Share this article
Viralnya ABG Citayam menurut psikolog ternyata bisa memotivasi kreativitas anak bangsa menjadi lebih percaya diri dan menghargai usaha.