AYOJAKARTA.COM—Salah satu lomba khas saat menyambut hari Kemerdekaan RI setiap tahunnya adalah lomba malam kerupuk.
Tak hanya anak-anak yang memainkan lomba ini , bahkan kadang dewasa maupun orangtua turut serta. Lomba makan kerupuk ini terbilang sangat seru, sebab banyak penonton akan melihat para peserta saling berlomba malan kerupuk yang digantungkan.
Teknis lomba makan kerupuk ini sangat sederhana, bahan yang diperlukan hanyalah tali, tiang, dan krupuk. Kerupuk yang digunakan biasanya krupuk warna putih.
Baca Juga: 4 Lomba untuk Anak Sambut 17 Agustus, Ajarkan Sportivitas dan Kerjasama Tim
Dalam satu tiang atau batang pohon memanjang ke samping, diletakkan tali yang sudah digantungi kerupuk. Pengaturan tinggi tiang untuk gantungan kerupuk ini tergantung tinggi badan peserta sehingga bisa disesuaikan.
Antar gantungan kerupuk diberi jarak sehingga nantinya bisa untuk beberapa peserta berdampingan. Saat perlombaan biasanya serentak ada 5-10 orang peserta, mereka harus berlomba menghabiskan krupuk yang sudah digantung dengan kedua tangan mereka ditali di belakang. Peserta yang pertama menghabiskan itulah yang menang, namun kalau krupuk jatuh ke tanah tidak akan dihitung.
Ada pula yang harus menghabiskan krupuk dengan mata ditutup kain. Seru bukan lomba makan kerupuknya?.
Baca Juga: Sepak Bola Durian di Kebumen, Tradisi Unik Sambut Kemerdekaan. Tak Boleh Sembarangan Orang Bermain
Namun sesungguhnya tak banyak yang tau kalau lomba makan kerupuk ini memiliki sebuah kisah kelam menyedihkan bagi Indonesia.
Mengutip Ayoyogya.com, Senin 1 Agustus 2022, lomba makan kerupuk merupakan lomba yang sangat berkaitan dengan masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pada 1930 hingga 1940-an, Indonesia mengalami krisis ekonomi di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Saat masa-masa sulit itu, kerupuk menjadi makanan pelengkap yang diandalkan oleh rakyat Indonesia.
Selain makanan pelengkap, kerupuk juga menjadi makanan yang identik dengan rakyat kecil. Sebab pada waktu itu, harga kerupuk sangatlah terjangkau dan banyak dikonsumsi oleh rakyat kecil.
Baca Juga: Mengenal Telok Abang, Tradisi Sambut Kemerdekaan di Palembang. Unik Banyak Disukai Anak-anak
Kemudian pada tahun 1950-an, Indonesia kembali mengalami masa krisis ekonomi. Namun, masa peperangan telah berakhir. Karena itu,lomba makan kerupuk pun dilaksanakan untuk pertama kalinya.
Lomba itu dilaksanakan untuk merayakan berakhirnya peperangan sekaligus mengingat bahwa rakyat Indonesia pernah berada di masa-masa krisis, yang ditandai dengan konsumsi kerupuk oleh rakyat kecil.
Demikian kisah kelam dibalik lomba makan kerupuk yang kami uraiakan. Ternyata dibalik kemeriahan lomba makan kerupuk setiap tahunnya saat menyambut Kemerdekaan, ada kesedihan yang dirasakan rakyat Indonesia masa dahulu.

Share this article
Namun sesungguhnya tak banyak yang tau kalau lomba makan kerupuk ini memiliki sebuah kisah kelam menyedihkan bagi Indonesia