AYOJAKARTA.COM - Berikut ini akan diulas tentang sosok Olo Panggabean yang merupakan raja judi asal Medan.
Meski mendapat julukan sebagai raja judi, Olo Panggabean dikenal sebagai orang yang dermawan.
Olo Panggabean memiliki nama asli Sahara Oloan Panggabean.
Baca Juga: Heboh Isu Dana Judi Online Ferdy Sambo untuk Kawal Pilpres 2024, Begini Fakta Sebenarnya!
Ia lahir pada 24 Mei 1941 dan meninggal dunia pada 30 April 2009.
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Lombok Insider dengan judul "Olo Panggabean sang ‘god father’ si raja judi dermawan asal Medan".
Olo Panggabean merupakan tokoh yang terkenal karena kegiatannya di bidang perjudian dan juga karena sifat filantropinya.
Olo Panggabean merupakan Pendiri Organisasi Ikatan Pemuda Karya yang merupakan Organisasi Terbesar Di Sumatera Utara.
Saat ini Penerus Olo Panggabean adalah Budi Panggabean dan Pablo Benua Panggabean yang merupakan Keponakan dari Olo Panggabean.
Olo adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara dari pasangan Friedolin Panggabean dan Esther Hutabarat. Sampai akhir hayatnya Olo tidak pernah menikah.
Hingga kini, mungkin tidak banyak orang mengenal sosok Sahara Oloan Panggabean atau akrab disapa Olo Panggabean yang lahir di Medan 24 Mei 1941.
Sosok rendah hati ini sangat melegenda dari tahun 1970-an hingga 2009. Aktivitasnya di dunia hitam, khususnya di bisnis perjuian di Medan Sumatera Utara begitu terkenal.
Bahkan, akibat pengaruhnya yang begitu besar, Olo Panggabean kerap disapa anak buahnya hingga masyarakat luas dengan panggilan ketua.
Baca Juga: Heboh Beredarnya Dokumen Kekaisaran Ferdy Sambo dan Konsorsium Judi 303, Kapolri Bakal Tindak Tegas
Dari penelusuran di berbagai sumber, penyebutan awal mula kata "ketua" menjadi lazim di Medan, Sumatera Utara berawal dari sosok seorang Olo Panggabean, seorang godfather, preman sekaligus dermawan yang sangat disegani di Sumatera Utara.
Diduga Olo Panggabean menjalankan bisnis ini dengan skala yang cukup besar.Uniknya, meskipun sering disebut si raja judi, namun Olo Panggabean punya sisi humanis yang luar biasa.
Nama Olo Panggabean, bagian sebagian besar orang lebih dikenal sebagai seorang dermawan.
Banyak yang mengagumi sosok ini karena ketika membantu atau menyumbang seseorang tidak setengah hati. Semua dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih.
Di Medan nama seorang Olo Panggabean begitu melegenda hingga kini. Di satu sisi ia dikenal sebagai raja judi dan preman bengis, tapi di sisi lain ia diketahui sangat dermawan.
Menurut rumor beredar, Olo Panggabean muda sangat keras dan berani. Sejak masih remaja, Olo Panggabean sudah terjun di dunia preman dan jadi sosok yang punya nama dan sangat ditakuti. Ia juga dikatakan pernah menjadi seorang penagih utang bengis. Petisah adalah daerah di mana Olo Panggabean berkuasa.
Baca Juga: Imbas Ferdy Sambo, Ketua IPW Bongkar Struktur Kekaisaran Praktik Gelap Satgasus, Termasuk Judi 303
Olo Panggabean juga mendirikan sebuah bisnis judi yang cukup besar. Tidak hanya itu, Olo Panggabean juga mendirikan ormas bernama Ikatan Pemuda Karya (IPK). Ormas ini diduga pula bersinggungan dengan perjudian.
Polisi kerap menyebut sosok ini sebagai raja judi meskipun pihak tidak pernah mengungkapkan kebenaran hal tersebut.
Saat itu, ormas IPK pun diminta untuk menghentikan kegiatan judinya. Moses salah seorang anak buah Olo Panggabean sempat menantang untuk membuktikannya. Masalah tersebut pun diduga menjadi pemicu sebuah insiden di kawasan Petisah.
Saat itu akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang, ada anggota Brimob yang terluka. Korban yang terluka kemudian melaporkan kejadian itu ke rekan-rekannya. Akibatnya, sekelompok oknum kemudian memberondong kediaman Olo dengan senjata api.
Praktik perjudian yang dilakukan Olo Panggabean mengalami penurunan saat Sutanto menjabat sebagai Kapolri pada tahun 2005. Saat itu, Bisnis Olo Panggabean benar-benar dihabisi. Karena hal itu, Olo kemudian dikabarkan memilih melakukan bisnis yang legal.
Konon kabarnya, Olo Panggabean berbisnis di Perusahaan Otobus (PO), POM Bensin, dan sebagainya. Kediaman Olo Panggabean di Jalan Sekip, Medan juga ramai jadi buah bibir.
Baca Juga: 15 Situs Judi Online yang Diblokir Kominfo, Ada Domino Qiu Qiu hingga Pop Gaple!
Olo Panggabean sang pendiri IPK
Olo Panggabean diperhitungkan setelah keluar dari organisasi Pemuda Pancasila, saat itu di bawah naungan Effendi Nasution alias Pendi Keling, salah seorang tokoh Eksponen ‘66’. Tanggal 28 Agustus 1969, Olo Panggabean bersama sahabat dekatnya, Syamsul Samah mendirikan IPK. Masa mudanya itu, dia dikenal sebagai preman besar.
Baca Juga: Pemblokiran Sejumlah Situs dan Aplikasi dari Kominfo jadi Sorotan, Dibandingkan dengan Judi Online
Wilayah kekuasannya di kawasan bisnis di Petisah. Dia juga sering dipergunakan oleh pihak tertentu sebagai debt collector. Sementara organisasi yang didirikan terus berkembang, sebagai bagian dari lanjutan Sentral Organisasi Buruh Pancasila (SOB Pancasila), di bawah naungan dari Koordinasi Ikatan – Ikatan Pancasila (KODI), dan pendukung Penegak Amanat Rakyat Indonesia (Gakari).
Olo Panggabean sering disebut sebagai seorang "raja perjudian" yang berpengaruh[1][2][3] di kawasan tersebut, meskipun tuduhan terhadapnya belum dapat dibuktikan pihak berwajib.[2] Dan saat ini IPK dipimpin oleh keponakannya Budi Panggabean.
Menurut sebuah sumber, setiap kali Olo berulang tahun atau ada perayaan Natal dan tahun baru, banyak jajaran papan bunga ucapan selamat yang memenuhi daerah kediamannya tersebut.
Baca Juga: Cekcok Pasutri Gara-Gara Judi Online, Suami Bunuh Diri di Tangerang
Olo Panggabean sang dermawan dan mengagumkan
Walaupun dikenal sebagai preman dan salah jalan, Olo Panggabean dikenal sebagai seorang dermawan yang mengagumkan.
Ketika menjadi donatur untuk pembangunan tempat ibadah, Olo Panggabean tak mau namanya ikut disebut.
Pihak Olo Panggabean selalu berusaha memberi bantuan dan memberikan yang terbaik pada siapa saja yang membutuhkan dana sumbangan.
Baca Juga: Kehidupan Miris Pesinetron Misca Mancung, Duit Ludes Dipakai Ayah Judi Kini Keliling Jualan Parfum
Olo pernah membantu sebuah keluarga yang anaknya tak bisa keluar dari rumah sakit karena “disandera” akibat tak bisa membayar biaya persalinan. Setelah biaya dilunasi dan dijamin langsung oleh Olo, Panggabean, pihak rumah sakit langsung memperlakukan keluarga itu dengan baik.
Olo Panggabean juga dikabarkan pernah membantu satu keluarga miskin yang terpaksa harus menerima nasib digusur secara paksa oleh oknum Satpol PP.
Bahkan gerobak yang digunakan untuk berdagang yang jadi sumber penghasilan mereka dihancurkan. Dengan uluran tangan Olo Panggabean, keluarga tersebut kemudian memiliki kios permanen sebagai tempat berjualan.
Tak hanya itu. Masih ingat bayi kembar siam Angi dan Anjeli, Buah hati dari pasangan Subari dan Neng Harmaini. Pasangan kembar sian ini harus menjalani operasi karena organ jantung, hati, dan paru-parunya saling berdiri sendiri
Di tengah keruwetan siapa pejabat yang akan membantu biaya untuk operasi tersebut, Olo Panggabean tanpa birokrasi langsung memberikan bantuan.
Olo Panggabean secara sukarela menanggung semua biaya yang dibutuhkan. Olo Panggabean pun masih menyempatkan diri untuk menyambut serta menggendong bayi kembar tersebut saat tiba di Bandara Polonia, Medan pada tanggal 18 Juli 2004.
Baca Juga: Polres Tegal Kota Ciduk 8 Pelaku Judi Hongkong dan Sydney
Olo wafat pada tanggal 30 April 2009 setelah menjalani pengobatan di Singapura akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya.
Saat kematian, begitu banyak orang yang menangisinya. Meskipun dikenal sebagai preman dan raja judi, tapi disisi lain Olo Panggabean pernah membantu begitu banyak orang. Sisi jahat Olo Panggabean mungkin bukan untuk ditiru, tapi sisi baiknya bisa menjadi inspirasi.
Olo Panggabean terlibat peristiwa penembakan Brimob
Baca Juga: PSSI Ingatkan Tim Liga 1 Tidak Disponsori Agen Judi dan Rokok
Olo Panggabean pernah dituding sebagai pengelola sebuah perjudian besar di Medan. Semasa Brigjen Pol Sutiono menjabat sebagai Kapolda Sumut (1999), IPK pernah diminta untuk menghentikan praktik kegiatan judi. Tudingan itu membuat Moses Tambunan marah besar. Sebagai anak buah Olo Panggabean, Moses menantang Sutiono untuk dapat membuktikan ucapannya tersebut.
Persoalan ini diduga sebagai penyulut insiden di kawasan Petisah. Anggota brigade mobile (Brimob) terluka akibat penganiayaan sekelompok orang. Merasa tidak senang, korban yang terluka itu melaporkan kepada rekan – rekannya. Insiden ini menjadi penyebab persoalan, sekelompok oknum itu memberondong “Gedung Putih” dengan senjata api.
Olo Panggabean terlibat konflik dengan Sutanto
Baca Juga: PT LIB Larang Klub Liga 1 Disponsori Situs Judi
Pada pertengahan 2000, ia menerima perintah panggilan dari Sutanto (saat itu menjabat sebagai Kapolda Sumut) terkait masalah perjudian namun panggilan tersebut ditolaknya dengan hanya mengirimkan seorang wakil sebagai penyampai pesan.
Sejak jabatan Kapolri disandang Sutanto pada tahun 2005, kegiatan perjudian yang dikaitkan dengan Olo telah sedikit banyak mengalami penurunan.
Semasa Sutanto menjadi Kapolri, bisnis judi Olo diberantas habis sampai keakar akarnya. Sutanto berhasil memberantas judi di Sumatera Utara kurang dari tiga tahun, suatu hal yang tidak dapat dilakukan oleh Kapolri sebelumnya. Sejak itu, Olo dikabarkan memfokuskan diri pada bisnis legal, seperti POM Bensin, Perusahaan Otobus (PO) dan sebagainya.
Baca Juga: Sekda Tak Tahu Ada Praktek Judi Digerebek di Season City Mall
Filantropi
Pernah muncul di media massa, ada keluarga yang anaknya disandera rumah sakit karena tak mampu membayar biaya persalinan.
Malah tiba-tiba pihak rumah sakit memperlakukan keluarga itu sangat istimewa, karena Olo Panggabean melunasi dan menjamin semua biaya diperlukan.
Ada juga keluarga miskin yang digusur paksa oknum petugas Satpol PP, menangis pilu karena gerobak sorong tempatnya berjualan dihancurkan hingga kehilangan mata pencaharian. Malah tiba-tiba memiliki kios permanen atas biaya dari Olo Panggabean.***

Share this article
Inilah sosok Olo Panggabean si raja judi asal Medan yang dermawan, dia juga disebut tidak pernah menikah hingga akhir hayatnya.