AYOJAKARTA.COM - Pemerintah meluncurkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) guna mengatasi dampak kenaikan harga BBM.
Menurut Menteri Kementerian Sosial (Mensos) Tri Rismaharini guna menjamin penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, pihaknya terus membarui Data Terbaru Kesejahteraan Sosial (DKTS).
Baca Juga: Sandiaga Uno Apresiasi Usaha Melati Eks JKT48 yang Jualan Nasi Bakar Di Kaki Lima
“JKondisi perubahan di daerah itu cukup pesat, maka kemudian kita melakukan perubahan (DTKS) setiap bulan,” ujar Mensos Tri Rismaharini pada 3 September 2022 dikutip dari pikiran-rakyat.com, Selasa (6/9/2022) dalam artikel Kemensos Salurkan Bansos BLT BBM Rp600.000, Jumlah Penerimanya Diungkap
Sehingga tandas Mensos, setiap bulan ia harus membuat SK baru terkait DTKS terupdate.
Unttuk menggelontorkan BLT BBM, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 12,4 triliun.
Diperuntukkan bagi 20,65 juta total keluarga penerima manfaat (KPM).
Baca Juga: Kunci Masuk Surga, Kata Mbah Moen Cukup Lihat Wajah Sosok Ini
Adapun PT Pos Indonesia siap menyalurkan BLT BBM kepada 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Teknisnya, BLT BBM yang disalurkan jumlahnya Rp600.000 namun dibagikan dalam 2 tahap.
“Jadi per tahapnya Rp300 ribu. Kita berikan per September ini dan nanti awal Desember kita berikan (tahap) yang kedua,” ujar Tri Rismaharini.
Ditambahkan Mensos, pihaknya memiliki sekitar 70 ribu pendamping di seluruh Indonesia yang bertugas melakukan pengecekan dan verifikasi data penerima bansos di lapangan.
“Misalkan kita umumkan [DTKS] hari ini, jam ini, satu jam atau berapa menit kemudian ada yang meninggal jadi kita perlu cleansing “terangnya.
Sehingga bila masyarakat mengusulkan sendiri, nantinya tetap akan diverifikasi oleh Kemensos.
“Di PT Pos, ada 13.244 keluarga penerima manfaat yang sedang kita cleansing bersama,” pungkas Risma. (Sherly Enjelina)***

Share this article
Pemerintah meluncurkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) guna mengatasi dampak kenaikan harga BBM, Melalui Kemensos