AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah fakta baru dari kasus Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang diungkap oleh pengacara keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak.
Belum lama ini, beredar kabar adanya aksi 'gotong rorong' untuk menyelamatkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Bahkan, isu yang beredar bahwa aksi 'gotong royong' menyelamatkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ini disusun oleh sosok pemegang jabatan strategis di kursi dewan.
Baca Juga: Meski Ferdy Sambo Dipecat Kamaruddin Simanjuntak Belum Puas, Ini yang Dia Inginkan!
Tak ayal sosok pemegang jabatan di kursi dewan ini membuat banyak pihak penasaran.
Tak cuma itu, sosok ini juga disebut berani menyuap istana presiden demi melakukan aksi 'gotong royong' menyelamatkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Lantas siapa sebenarnya sosok pemegang jabatan di kursi dewan yang berani menyuap istana presiden ini?
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Kebohongan Ferdy Sambo hingga Singgung Soal Kekuatan 'Amplop'
Dilansir AyoJakarta.com dari Teras Gorontalo pada Kamis (22/9/2022) sosok pemegang jabatan di kursi dewan ini diungkap oleh Kamaruddin Simanjuntak.
Awalnya, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diduga banyak melakukan suap.
Secara blak-blakan, pengacara itu mengatakan bahwa sosok penyuap istana adalah salah satu pempimpin komisi DPR RI.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J: Putri Candrawathi Ancam Ferdy Sambo
Sosok pemimpin komisi DPR RI ini diduga kuat membantu Ferdy Sambo melobi istana melalui sekretaris negara.
Sayangnya, Kamaruddin Simanjuntak tak secara gamblang menyebut sosok identitas yang dimaksud.
Lebih lanjut, ia menyebut berdasarkan informasi intelijen, sosok ketua Komisi DPR RI ini melobi kementerian lainnya, yakni eks Polri.
Baca Juga: Pernah Alami Kebutaan, Kamaruddin Simanjuntak Cerita Terpuruk Saat Tragedi Mei 98
Oleh sebab itu, Kamaruddin berani menyuarakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera membentuk tim independen untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan para pimpinan DPR RI di kasus Ferdy Sambo.
Kamaruddin lantas menilai bahwa kasus pembunuhan Brigadir J ini tidak mudah untuk mengungkap siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya.
Selain itu, kata Kamaruddin, dari informasi intelijen ada dugaan keterlibatan pihak lain mulai dari Polres, Polda, Pidum Polri hingga Propam Polri dalam kasus ini.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Cerita Masa Lalunya Pernah Menjadi PKL dan Tinggal Di Kolong Jembatan
Ia menilai dugaan suap ini sudah dengan jelas terlihat oleh publik.
"Kenapa belum ada yang ditangkap satupun padahal sudah terang-terangan ada yang menyuap ada yang disuap," ujar Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin juga menambahkan bahwa Ferdy Sambo sudah jelas melakukan dugaan suap ke beberapa pihak untuk melancarkan skenario palsu serta menutupi kasus pembunuhan Brigadir J.
Bahkan menurut Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroso mengaku bahwa pihaknya memang benar sempat diberi dua amplop diduga berisi uang oleh pihak Ferdy Sambo.
Tak hanya dugaan suap, Kamaruddin membeberkan bahwa Ferdy Sambo disebut-sebut sempat mengucurkan dana besar guna memuluskan skenario palsunya.***
*Disclaimer: Artikel ini pernah tayang sebelumnya di Teras Gorontalo berjudul "Aksi 'Gotong Royong' Selamatkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Terbongkar, Sosok Penyuap Istana Terungkap".

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak sosok ketua komisi DPR RI ini berperan sebagai penyuap istana untuk bantu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.