AYOJAKARTA.COM--Rohimah, Asisten Rumah Tangga (ART) asal Limbangan, Kabupaten Garut akhirnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan karena luka yang dialaminya di RS Sartika Asih Bandung.
Sosok Rohimah sempat viral karena ia dianiaya dan disekap oleh majikannya sepasang suami istri YK (29) dan LF( 29) di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Baca Juga: Tega, Seorang Ayah Bunuh Anak Kandung di Depok
Beruntung banyak warga yang peduli dan membantunya melepaskan diri saat penyekapan.
Bahkan kedua tersangka suami istri itu sudah diamankan oleh pihak berwajib.
Baca Juga: Habiskan Lebih dari Rp21 Juta Perbulan, Amanda Manopo Ingin menghapus Aplikasi Ojek Onlinenya
Dalam unggahan instagram @infobdgbaratcimahi, Kamis (3/11/2022), tampak Rohimah yang sudah boleh pulang ke rumahnya. Ia diantar dengan ambulance ke Kampung Cinangor RT02 RW01, Desa Pangeureunan, Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (2/11/2022). Kedatangan Rohimah disambut tangis haru keluarga.
Masih dalam keadaaan tak berdaya dan harus ditandu sejumlah orang, Rohimah diantar ke dalam rumahnya.
Hujan tangis menyambut kedatangan Rohimah tersebut dari anak dan keluarganya.
Bahkan, anak Rohimah seperti shock melihat kondisi ibunya yang penuh luka, sehingga harus dipeluk dan ditenangkan saudara-saudara yang lain.
Atas peristiwa tragis yang dialami anaknya, ayah Rohimah, Amid (80), melarang anaknya bekerja kembali sebagai ART.
Baginya melihat Rohimah pulang dan tetap selamat sudah merupakan hal besar yang harus disyukuri. Namun ia juga tak ingin nasib buruk menimpa Rohimah lagi.
"Anak saya pernah beberapa kali jadi ART, tapi tidak sampai seperti ini. Lebih baik di sini saja sama keluarga, kami akan merawat dan mengobatinya. Tidak kami izinkan jadi ART lagi,” kata Amid.

Share this article
Rohimah ART yang mengalami penganiayaan dan penyekapan di Ngamprah, Bandung akhirnya pulang, anak dan kelurga menyambut dengan isak tangis