AYOJAKARTA.COM--Baru-baru ini ada curhatan dari seorang netizen sekaligus juga pemilik dari sebuah pabrik alat dan mesin pertanian (alsintan) bernama Heru Lelono yang membagikan kisah tragisnya, karena dibohongi oleh pemerintah.
Kisah ini berawal dari pesanan alsintan oleh pemerintah pada 2015 lalu. Namun, sampai kini, pesanan itu tak kunjung terselesaikan lantaran terkendala keuangan.
Baca Juga: Viral! Air Terjun dari Langit di Bekasi Bikin Geger, Pakar Ilmiah: Itu Microburst
“Banyak ayat, banyak petuah sesepuh, banyak nalar yg mengatakan bahwa Janji Haruslah Ditepati, krn hal itu bagian dari ciri orang beriman. Kisah ini berawal dari kehadiran Presiden @jokowi pada tgl 6 Maret 2015 dipabrik kami. Tujuh tahun kami MENPERTANYAKAN JANJI,” tulis pemilik akun twitter @her_alone yang dikutip oleh ayojakarta.com, Kamis (10/11/2022).
Mengutip dari inprime channel, Kamis (10/11). Kini sudah tujuh tahun berlalu. Namun, Presiden Joko Widodo tak kunjung memenuhi janjinya untuk membeli alat mesin pertanian alias alsintan yang ia pesan dari sebuah pabrik peralatan pertanian di Mlilir, Madiun pada 2015.
Baca Juga: Viral Arwah Brigadir J Datang ke Ruang Sidang untuk Memantau, Tiba-tiba Hal Ini Terjadi
“Alkisah Presiden @jokowi hadir dipabrik peralatan pertanian kami di Mlilir Madiun. Atas info Mentri Pertanian saat itu Amran, beliau mengatakan bahwa pemerintah memerlukan sekitar 60rb alsintan pemanen padi. Lalu menanyakan kemampuan produksi kami,” katanya saat mengungkapkan kekecewaannya pertama kali di media sosial, Selasa (8/11/2022).
Sementara itu, itikad baik dari Jokowi untuk menepati janjinya itu sangat dinantikan oleh seorang pengusaha produksi peralatan pertanian yang berada di Provinsi Jawa Timur tersebut.
“Pemimpin pabrik @KyaiMblebes menjawab setahun mampu menyiapkan 200 buah mesin. Presiden mengatakan "Kurang, bisa 1000 buah?". Kami jawab, bahwa permodalan kami terbatas. Lalu Presiden bertanya kepada pakde Soekarwo (Gub.Jatim & Komut Bank Jatim), serta pejabat Bank yg hadir,” tulisnya lagi
Singkat cerita, akhirnya pabrik alsintan itu bekerja keras untuk memproduksi 1.000 mesin sesuai permintaan presiden.
Baca Juga: Nama AKBP Erwin Pratomo Viral Pasca Dicopot Dari Jabatannya Lantaran Sang Istri Diduga Selingkuh
“Beliau minta Bank untuk bantu membiayai. Pendek cerita akhirnya pabrik kami bekerja keras memproduksi 1000 mesin sesuai permintaan presiden. Sepanjang perjalanan produksi, tanda2 pembelian oleh pemerintah seperti diliputi kabut tebal. @KyaiMblebes mondar mandir ke Deptan,” katanya.
Diketahui menagih janji ini bahkan sampai membawa surat dan datang sendiri ke istana yang hasilnya hanya selembar surat Sekretariat Negara (Setneg).
“Saat membawa surat Setneg ke Menteri Amran, dijawab tidak ada uang. Di lapangan, barang impor masih datang, artinya masih dibeli. Tahun berganti, stok mesin dan berbagai komponen menumpuk,” jelasnya.
Pada saat yang sama, perusahaan harus terus mengangsur utang ke bank dan menggaji karyawan. Akan tetapi, nilai uang perusahaan berupa berbagai stok saat ini lebih dari Rp30 miliar harus ‘berhenti’. “Saya terus minta @KyaiMblebes untuk sekuat mungkin tidak melakukan PHK karyawan,” ujarnya kembali.
Tak sampai disitu rasa bangganya ketika karya anak bangsa bisa dipakai dan diperkenalkan oleh presiden pun jadi kebanggaan yang luar biasa juga
“Selain itu kami ingin membuktikan bahwa anak negeri mampu membuat sendiri. Kedua, mengapa kami percaya bekerja tanpa kontrak? Karena pembelian alsintan oleh pemerintah dilakukan melalui e-Catalog. Dan yg lebih penting lagi, kami mendapat "ORDER" langsung dari seorang Presiden,” tulisnya kembali.

Share this article
Viral cuitan pemilik pabrik pertanian di Madiun yang merasa dibohongi Jokowi dan menyinggung pesana 1.000 alsintan