AYOJAKARTA.COM--Kasus pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat masih terus bergulir.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pun terus menggelar persidangan yang hingga kini memasuki minggu keempat pada bulan November.
Selain itu, asisten rumah tangga (ART) dan mantan Ajudan Ferdy Sambo juga turut dijadikan saksi yang dihadirkan dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Baca Juga: Brigadir J Disebut Memiliki Kepribadian Ganda, Hakim Setuju dengan Permintaan Kuasa Hukum Sambo?
Namun, siapa sangka saksi ART dan mantan ajudan Ferdy Sambo yang turut dihadirkan dalam persidangan dengan kompak menjelek-jelekan nama almarhum Brigadir J.
Mereka menyebutkan dalam persidangan PN Jakarta Selatan, bahwa Brigadir Yosua suka pergi ke tempat hiburan malam.
Lantas bagaimana tanggapan Kamaruddin Simanjuntak yang tidak lain adalah kuasa hukum dari keluarga Brigadir Yosua Hutabarat, atas kesaksian ART dan ajudan Sambo sebelumnya di dalam persidangan tersebut?.
Dilansir Ayojakarta.com dari kanal Youtube KompasTV pada Kamis, (10/11/2022), kuasa hukum, Kamaruddin Simanjuntak memberikan tanggapannya atas kesaksian dari saksi ART dan mantan Ajudan Ferdy Sambo yang dinilai memojokan almarhum.
Kamaruddin Simanjuntak justru menanyakan kembali kepada para saksi, apa tujuan mereka hingga tega menjelek-jelekan nama dari almarhum dengan fitnah keji.
Baca Juga: Ajudannya Batal Nikah Gara-gara Dirinya, Ferdy Sambo Kini Minta Maaf pada Prayogi Iktara Wikaton
"Tanggapan kami selaku penasehat hukum keluarga. Kasus ini kan pembunuhan berencana untuk apa menjelek-jelekkan almarhum dengan fitnah keji. Dia lahir sehat, dia melamar polisi dengan berbagai macam ujian. Semuanya sehat makanya diterima jadi anggota Polri," ujar Kamarudin
Padahal menurut Kamaruddin Simanjuntak, sosok Brigadir J adalah salah satu anggota polisi yang terbaik hingga sebelumnya direkrut Ferdy Sambo untuk dijadikan ajudan dan mengawal istrinya.
"Yosua adalah Sniper terbaik, makanya direkrut dari Jambi ke Jakarta, yang rekrut Ferdy Sambo juga. Dia rekrut lagi ke rumahnya jadi ajudan, terbaik makanya direkrut jadi ajudan, lalu dikasih mengawal istrinya." katanya.
Menilai dari sisi tersebut lah, alhasil Kamaruddin menyebutkan bahwa apa yang telah diceritakan oleh para ajudan dan ART tentang sosok Yosua tidak bisa jadi pembenaran atas peristiwa tewasnya Yosua di Duren Tiga.
Kamaruddin juga menambahkan bahwa yang berhak menilai kinerja dari seorang ajudan adalah seorang atasan, dan bukanlah kewenangan dari asisten rumah tangga.
"Emang dia siapa? bisa menilai sosok ajudan, yang berhak menilai itu atasan bukan asisten rumah tangga," ujarnya.
Menurutnya seorang asisten rumah tangga adalah orang yang bekerja sesuai dengan bidang keahlianya untuk membantu tugas majikanya dalam lingkup rumah tangga.
"Namanya asisten rumah tangga keberadaan dia itu kalo dia juru masak maka seputar di dapur, kalo asisten rumah tangga dibidang merawat taman ya seputar ditaman ataupun di kebun, kalo asisten rumah tangga berarti dia mengawasi rumah," kata dia.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjutak Yakin Ferdy Sambo Dijatuhi Hukuman Mati, Bila Jaksa dan Penyidik Lakukan Ini!
Oleh karena itu, Kamaruddin Simanjuntak sempat merasa heran dengan keterangan ART yang bisa memonitori sebuah klub setiap hari.
"Adalah mengherankan jika asisten rumah tangga sampai memonitor ke klub-klub, ada gak asisten rumah tangga yang setiap hari pergi ke klub," tandasnya
Hal inilah yang kemudian menjadi tanda tanya oleh Kamaruddin Simanjuntak, menurutnya ada seseorang yang mengajari ART tersebut untuk memberikan kesaksian tersebut.
"itu kan menjadi pertanyaan, berarti ada yang ngajarin dia untuk ngomong begitu," ujar Kamaruddin.
Kamaruddin tegas memberikan peringatan kepada saksi ART untuk segera mencabut fitnah kejinya terhadap Brigadir J jika tidak dicabut, ia siap memenjarakan.
"Saya memperingatkan dia, siapa tahu dia tidak mengerti hukum segera fitnah-fitnah itu dicabut, atau nanti saya penjarakan. saya adukan," ujar Kamaruddin Simanjutak.***

Share this article
Kamaruddin Simanjutak kuasa hukum keluarga Brigadir J beri tanggapan terkait kesaksian ART dan ajudan Ferdy Sambo yang menjelekan Yosua