AYOJAKARTA.COM--Masih ingat dengan pengakuan Ismail Bolong beberapa waktu lalu?
Ya, Ismail Bolong mengaku menjadi seorang pengepul Batu bara di Kalimantan Timur, dimana ia telah memberikan suntikan dana pada sejumlah Perwira Polri dengan nilai yang fantastis.
Namun akhirnya Ismail Bolong membantah adanya pernyataan video tersebut karena sebelumnya mendapat tekanan oleh Hendra Kurniawan.
Sebelumnya Hendra Kurniawan tidak membenarkan adanya kasus yang diungkapkan oleh Ismail Bolong ini.
Namun setelah Ferdy Sambo angkat bicara dan membenarkan adanya hal tersebut, Hendra Kurniawan pun ikut angkat bicara.
Ferdy Sambo membenarkan bahwa telah menandatangani surat laporan hasil penyelidikan Propam Mabes Polri Tambang ilegal.
“Ya sudah benar itu suratnya,” kata Ferdy Sambo yang dikutip dari akun Twitter @eradotid pada Jumat (25/11/22).
Kasus tambang Ilegal yang menyeret nama Kabareskim Komjen Agus Andrianto juga akhirnya dibenarkan oleh Hendra Kurniawan.
“Ya kan sesuai faktanya begitu (Agus Andrianto terlibat kasus tambang ilegal di Kaltim),” kata Hendra Kurniawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), (Kamis 24/11/22).
Baca Juga: ART Ferdy Sambo Dapati Sang Majikan Menangis Setelah Tembak Brigadir J, Kodir Ungkap Ketakutannya
Lalu siapa saja nama anggota Polri yang disebut Hendra Kurniawan terlibat dalam kasus tambang ilegal ini? berikut ulasannya.
1. Komjen Agus Andrianto (Rp 2 miliar tiap bulan)
2. Eks Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Herry Rudolf (Rp 5 miliar)
3. Eks Wakapolda Brigjen Hariyanto (Rp 1 miliar)
4. Irwasda Polda Kalimantan Timur, Kombes Jefrianus (Rp 800 juta)
5. Ditrentelkam Kombes Garut (Rp 600 juta)
6. Dirpolairud Kombes Tatar (Rp 600 juta)
7. AKBP Era Joni (Rp 500 juta)
8. AKBP Bimo Aryanto (Rp 500 juta)
9. Hendra Kurniawan (Rp 900 juta).***

Share this article
Terungkap besaran dana yang masuk ke sejumlah rekening terkait kasus Ismail Bolong, hingga Hendra Kurniawan membongkar deretan namanya