Diisukan Memanas, Ini Dia 5 Poin Perbandingan Krishna Murti vs Ferdy Sambo dari Profil hingga Kontroversi

Kolase foto Krishna Murti dan Ferdy Sambo.
Kolase foto Krishna Murti dan Ferdy Sambo.

AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini ramai dikabarkan jika hubungan Krishna Murti dengan Ferdy Sambo tengah memanas.

Hal tersebut mencuat tatkala beredar sebuah video hoax yang menginformasikan jika Krishna Murti melakukan ancaman dan juga menantang perang Ferdy Sambo.

Bahkan ramai dikabarkan jika Ferdy Sambo kemudian ketakutan dengan ancaman dan tantangan dari Krishna Murti tersebut.

Baca Juga: Gempar! Krishna Murti Menyatakan Perang, Ferdy Sambo Ketar-ketir Akan Dieksekusi Mati, Benarkah?

Meski diketahui video tersebut merupakan hoax, namun tetap saja isuk hubungan Krishna Murti dan Ferdy Sambo memanas sudah beredar luas.

Krishna Murti dan Ferdy Sambo sendiri dulunya merupakan tim yang sangat solid dalam kepolisian dengan jargon khas "turn back crime".

Ferdy Sambo awalnya merupakan bawahan dari krishna Murti, namun secara singkat karir Ferdy Sambo mampu menyalip Krishna Murti.

Baca Juga: Hubungan Krishna Murti dan Ferdy Sambo Diisukan Sedang Memanas, Viral Momen Ngakak yang Menyeret Nama Keduanya

Kemudian bagaimana sosok keduanya yang kini tengah viral tersebut? Ini dia profil hingga kontroversi antara Krishna Murti dengan ferdy Sambo dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Inside Indonesia pada unggahan 31 Agustus 2022.

1. Profil

Ferdy Sambo kelahiran Barru, Sulawesi Selatan 9 Februari 1973 dan saat ini berusia 49 tahun. Lulusan Akpol tahun 1994, dan dikenal dengan kemampuan detektifnya, ia juga memiliki istri bernama Putri Candrawathi dan 4 orang anak.

Memiliki latar belakang keluarga polisi, pamannya adalah Mayor Jenderal Pol bernama Peter Sambo sedangkan ayahnya William Sambo PNS di Dinas Peternakan Kota Makassar.

Krishna Murti kelahiran Ambon, Maluku 15 Januari 1970 dan dikenal dengan sosok polisi yang santai, lulusan Akpol tahun 1991.

Popular dengan kemampuan investigasinya ia diketahui memiliki istri bernama Nani Utami, dan dua orang anak yakni anak Althaf Krishna dan Alsa Narishky.

Baca Juga: Krishna Murti Kecam Ferdy Sambo, Nyatakan Perang dan Bongkar Kelicikannya ke Publik, Ada Apa Sebenarnya?

2. Kekayaan

Baik Krishna Murti maupun Ferdy Sambo diinformasikan tidak ada catatan yang jelas tentang total kekayaan yang dimiliki,tetapi tentu saja jumlah kekayaan keduanya tidak main-main.

Apalagi rekam jejak dan prestasi keduanya sebagai seorang polisi, untuk Krishna Murti sendiri setidaknya diperkirakan memiliki harta miliaran bahkan puluhan miliar.

Ferdy Sambo juga demikian, jumlah kekayaannya jarang diungkap bahkan dalam LHKPN tidak tertera nama Ferdy Sambo, namun diperkirakan jumlah kekayaannya melebihi Krishna Murti.

Berdasarkan perkiraan pengacara Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak, kekayaan Ferdy Sambo diperkirakan Rp800 juta – Rp1 triliun per bulan.

3. Penghargaan

Krishna Murti pernah mendapatkan Medali Untaes Ketika dalam misinya membawa kedamaian saat ditugaskan di negara konflik, selain itu ia juga pernah mendapat Medali Uno.

Sedangkan untuk Ferdy Sambo ia mampu menjadi jenderal berbintang termuda dalam waktu yang relatif singkat di korps Bhayangkara.

Bahkan karena karir cemerlangnya, Ferdy Sambo sempat digadang-gadang akan menjadi pengganti kapolri di masa mendatang.

Baca Juga: Diisukan Tantang Perang, Viral Video Ferdy Sambo Disebut 'Ayam Sayur' Oleh Krishna Murti Lalu Dihukum Push Up

4. Kasus kontroversi

Di masa keemasan karirnya, Krishna Murti pernah terkena kasus dugaan penganiayaan kepada wanita bernama Novena Wijaya tahun 2016 yang kemudian memaksa Krishna Murti mundur dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Staf Polda Lampung.

Meski keduanya mengakui bahwa hal tersebut tidak pernah terjadi dan meyakini ada pihak yang sengaja memfitnah dirinya untuk kepentingan sendiri namun kasus tersebut berdampak pada karir Krishna Murti yang kemudian sempat terhenti dan berjalan ditempat.

Sedangkan Ferdy Sambo terjerat dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang juga  menyeret nama AKP Rita Yuliana yang diisukan sebagai orang ketiga dalam pernikahannya dengan Putri Candrawathi.

Kasus penembakkan terhadap Brigadir J juga membuat jabatannya otomatis dicopot sebagai Kepala Divisi Propam dan dipecat secara tidak hormat.

Baca Juga: Harta Kekayaan Brigjen Krishna Murti yang Kini jadi Kadiv Hubinter Polri, Relatif Kecil untuk Seorang Jenderal

5. Jenjang Karir

Krishna Murti menjadi kepala kepolisian daerah Jawa Tengah, Kepala Badan Reserse Polres Pemalang dan mampu mengungkap kasus-kasus pencurian.

Kemudian ia kembali ke Akpol dan magang sebagai petugas kebersihan selama 3 tahun, lalu pada 1996 Krishna yang kala itu berpangkat Letnan dikirim ke Bosnia dalam keadaan konflik antara Kroasia dan Serbia dan bertugas sebagai anggota Polri dan bekerja di PBB.

Setahun kemudian saat kembali ke Indonesia, ia diangkat menjadi Kepala Badan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya, lalu tahun 2000 saat menjadi lulusan terbaik PTIK, ia diangkat menjadi Asisten Komisaris Polisi atau AKP dan menjadi aspri Komisaris Metro Jaya.

Setelah itu Krishna Murti menjadi Kapolsek Penjaringan Jakarta Utara selama 3,5 tahun kemudian jadi Kompol, pada usia 30 tahun ia menjabat sebagai Wakapolres Depok hingga 2009.

Kemudian ia mendaftar di Lembaga Pendidikan untuk melanjutkan sekolah kepemimpinan di Singapura dan Australia dan dikirim ke Sudan untuk membangun sistem keamanan berbasis standar internasional.

Baca Juga: Jabat Kadiv Hubinter Polri, Krishna Murti: Semua karena Kuasa Allah SWT

Ketenaran Krishna Murti melejit saat menjabat sebagai Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, lalu tahun 2017 dipromosikan sebagai Divhubinter Polri, kemudian tahun 2015-2017 kasus utama yang pernah ditangani adalah kasus bom bunuh diri Sarinah Thamrin dan kopi sianida Mirna Salihin.

Sedangkan Ferdy Sambo sendiri pernah menjadi bawahan Krishna Murti, ia mengawali karirnya pada tahun 2012 saat dipromosikan dari Reskrim Polres Jakarta Barat menjadi Kapolda Purbalingga Jawa Tengah.

Setahun kemudian dipindah ke Polsek Brebes lalu pada 2015 setelah 3 tahun di Jateng, Ferdy Sambo pindah ke Polda Metro Jaya sebagai Wadireskrim dan 2016 sebagai Wakil Direktur Dirtipidum Bareskrim Polri, lalu dilantik menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri pada 8 November 2019.

Kemudian pada pada 16 November 2020 Ferdy Sambo diangkat jadi Kapolres Propam Polda dan naik pangkat dari Brigjen jadi Irjen, meski sayang seluruh karirnya saat ini hancur karena terjerat kasus hukum.

Ferdy Sambo pernah menangani kasus besar bom sarinah pada 2016 dan memimpin kasus penyelidikan pembakaran kejagung juga penyidikan penerbitan surat perjalanan palsu Joko Chandra.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Krishna Murti
# Ferdy Sambo
# profil
# kontroversi

News Update

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.