AYOJAKARTA.COM - BMKG melaporkan sudah terjadi sebanyak tiga kali gempa bumi di Tasikmalaya pada Ahad, 4 Desember 2022.
Aktivitas gempa bumi yang berpusat di Tasikmalaya ini merupakan kali pertama, karena sebelumnya hanya bersumber dari daerah lain.
Aktivitas sesar yang diduga menjadi penyebab gempa bumi Tasikmalaya ini belum terpetakan, maka perlu dilakukan analisis lebih lanjut.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman RepJabar, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan penyebab terjadinya gempa bumi di Tasikmalaya tidak ada kaitannya dengan gempa bumi di Garut apalagi Cianjur.
Baca Juga: Sesar Baribis Pernah Sebabkan Gempa 8 Magnitudo, Diprediksi Bisa Terulang dan Mengancam Jakarta
Gempa bumi Garut kemarin, 3 Desember 2022 yang dilaporkan BMKG berkekuatan M6,4 dijelaskan Daryono disebabkan adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia.
Sementara gempa bumi Tasikmalaya dan Cianjur disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Sesar Cimandiri diketahui merupakan penyebab gempa Cianjur.
Daryono menyatakan bahwa selama ini belum pernah terjadi gempa yang berpusat di wilayah Kota Tasikmalaya.
Gempa yang berpusat di Tasikmalaya ini menjadi fenomena baru yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait aktivitas sesarnya yang belum terpetakan.
"Namun sesarnya (di Kota Tasikmalaya) belum dipetakan. Saya juga kaget. Saya tidak berani jawab potensinya kalau belum terpetakan," kata Daryono saat dikonfirmasi Republika.co.id, Ahad, 4 Desember 2022.
"Aku juga kaget juga ada gempa di sana. Mudah-mudahan aman," sambungnya.
Sub Koordinator Penanganan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda mengungkapkan masyarakat khawatir karena merasakan gempa sebanyak tiga kali hari ini.
"Masyarakat menjadi khawatir, karena hari ini ada tiga kali gempa. Jangankan masyarakat, kami juga bertanya-tanya ini ada apa," ujar Erik.
Sebelumnya Tasikmalaya pernah diguncang gempa besar pada 2017 yang menyebabkan banyak kerusakan.
Hal ini menjadi kekhawatiran dan trauma masyarakat takut gempa besar itu terjadi lagi di Tasikmalaya.
Selama ini, sebelumnya gempa yang terasa oleh masyarakat umumnya bersumber di daerah lain, namun baru kali ini pusatnya berada di Tasikmalaya.
"Namun yang pusatnya di Kota Tasikmalaya baru kali ini," kata Erik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya pernah meneliti potensi gempa di beberapa daerah untuk kebutuhan menentukan rencana detail tata ruang (RDTR).
"Kami juga masih menyelesaikan kajian risiko bencana. Tahun ini baru di empat kecamatan tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan kembali (kajian risiko bencana)," jelas Erik.
Erik menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera keluar ruangan apabila terjadi gempa.
Namun, jika tidak memungkinkan keluar ruangan, Erik menghimbau agar masyarakat dapat melindungi kepala bagian belakang minimal menggunakan tangan.
"Kalau tidak memungkinkan (keluar), lindungi bagian belakang kepala, bisa masuk ke dalam meja atau minimal menggunakan tangan. Yang penting lindungi bagian belakang kepala," ujar Erik.
Di Jawa Barat, Daryono menyebut merupakan daerah yang memiliki banyak sumber gempa, maka tak heran apabila daerah ini sering diguncang gempa.
Selain itu, Daryono menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki potensi gempa bumi megathrust, zona benioff, dan memiliki banyaknya patahan atau sesar aktif. Bahkan terdapat beberapa sesar yang belum terpetakan.
"Karena memang di Jabar memiliki banyak sumber gempa bumi. Jadi ya ini namanya daerah seismik aktif dan kompleks. Sejarahnya juga banyak gempa, ada tsunami juga. Gempa yang menelan korban jiwa juga banyak terjadi di Jabar," jelas Daryono.
Baca Juga: Jakarta Perlu Waspada, Sesar Baribis Aktif Disebut Picu Gempa
Dikutip akun Twitter resmi BMKG pada Ahad, 4 Desember 2022 ini sudah terjadi sebanyak tiga kali gempa yang bersumber di Tasikmalaya, berikut laporannya:
1. Gempa Mag:2.9 pukul 04:34:49 WIB, Lok:7.39LS, 108.23BT (9 km Tenggara KOTA-TASIKMALAYA-JABAR), Kedalaman:10 Km
2. Gempa Mag:2.8 pukul 04:39:54 WIB, Lok:7.38LS, 108.23BT (8 km Tenggara KOTA-TASIKMALAYA-JABAR), Kedalaman:10 Km
3. Gempa Mag:2.9 pukul 09:57:36 WIB, Lok:7.37LS, 108.26BT (9 km Tenggara KOTA-TASIKMALAYA-JABAR), Kedalaman:10 Km
Maka dari itu, Daryono mengingatkan agar membangun rumah yang kokoh dan terukur agar aman dari potensi roboh ketika terjadi gempa.
"Soalnya, gempa itu tidak membunuh dan melukai. Yang membunuh dan melukai adalah bangunan tembok yang tidak berkualitas dan roboh menimpa penghuninya," ujar Daryono.
"Terakhir juga harus dilakukan pemetaan daerah rawan untuk perencanaan pembangunan. Jadi disesuaikan dengan kondisi tanah," sambungnya.***

Share this article
Aktivitas sesar yang diduga menjadi penyebab gempa bumi Tasikmalaya ini belum terpetakan, maka perlu dilakukan analisis lebih lanjut.