AYOJAKARTA.COM - Sosial media adalah wadah bagi semua orang dalam menunjukkan eksistensinya maupun berbagi informasi sesuai bidang keahliannya.
Belakangan ini informasi mengenai kebencanaan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Hal ini menyusul terjadinya banyak gempa bumi di beberapa wilayah di Indonesia.
Masyarakat pun semakin paranoid tentang adanya penelitian yang disampaikan oleh para ilmuwan bahwa akan adanya gempa besar yang belum bisa diprediksikan kapan akan terjadi.
Namun di tengah kecemasan yang dirasakan oleh masyarakat terkadang berseliweran beberapa berita hoax yang membuat kepanikan masyarakat.
Salah satunya adalah yang disampaikan oleh Dokter Tifa melalui akun Twitternya.
Ia yang bukan ahli dalam bidang ilmu kegempaan menyampaikan prediksi kapan gempa bumi tersebut akan terjadi pada cuitannya.
Baca Juga: Chuck Putranto dengan Suara Bergetar Tanyakan Hal ini Ke Ferdy Sambo
"Perkiraan Gempa dan Tsunami besar terjadi antara 20 Desember 2022 sd 23 Januari 2023.
Titik kejadian belum diketahui krn ada 18 titik potensi, sesuai BMKG. Semua daerah siaga.
Dan berdoa semoga Allah swt melindungi kita semua dari marabahaya & malapetaka. Perkuat IRON DOME," cuit akun @DokterTifa.
Cuitan tersebut kemudian dibalas oleh salah satu pengguna Twitter dengan menanyakan kepada Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG.
Baca Juga: Persebaya vs Persis, Satu Angka Kembali, Persebaya: Kita Harus Berusaha Lebih Baik Lagi
Daryono pun kemudian membalas jika semua yang dikatakan oleh Dokter Tifa tersebut hanya ilusi.
Dokter Tifa kemudian menghapus cuitan tersebut karena takut akun miliknya akan ditangguhkan oleh pihak Twitter.
Namun sebelum cuitan dari Dokter Tifa tersebut ramai dibicarakan, publik pun telah ramai membicarakan ramalan yang disampaikan oleh Hard Gumay.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @randominpo pada Minggu (18/12/2022), Hard Gumay menyatakan bahwa ia melihat sesuatu yang berhubungan dengan air tepatnya berada di laut.
Hard Gumay pun menyebutkan bahwa bencana yang terlihat berupa gelombang laut.
“Di saya ini sekarang pun masih terlihat terlintas gelombang laut dan biasanya dari penglihatan tersebut saya selalu menafsirkan artinya akan ada terjadi sesuatu dengan yang sehubungan dengan laut,” ucap Hard Gumay.
Ia pun menambahkan bahwa bencana tersebut akan melanda beberapa wilayah di daerah Sulawesi.
“Lautnya besar, saya melihat tidak bertepi, Sumatera bukan, Jawa bukan Sulawesi, tiga tempat Manado, Makassar, sama desa kecil laut,” jelas Hard Gumay.
Baca Juga: Terungkap! Sejarah Tsunami di Selatan Jawa, Ada Hubungannya dengan Megathrust Begini
Ramalan dari parapsikolog ini pun kemudian dapat dikaitkan dengan pendapat dari seorang Kepala PRTH BRIN, Dr. Ing. Widjo Kongko menyampaikan penjelasannya mengenai megathrust.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube Narasi Newsroom (10/12/2022) Widjo Kongko mengatakan bahwa batas-batas tumbukan merupakan penyebab megathrust.
"Nah ini batas-batas tumbukan itu adalah daerah megathrust dan kemudian itu yang bisa menyebabkan gempa bumi dengan tinggi," ucap Dr. Ing. Widjo Kongko.
Dr. Ing Widjo Kongko pun menjelaskan tentang zona Subduksi di Indonesia yang terbagi atas 13 segmen tersebar dari Aceh sampai Papua dengan potensi gempa 8,5 SR hingga 9 SR.
Baca Juga: Keluarga Yosua Ragukan Adanya Pelecehan Seksual, Ternyata Ini Alasannya!
"Itu daerah subduksi semua, dan itu potensi gempa megathrust, istilahnya begitu, dan itu besar, bisa sampai skala 8 keatas 8,5 bahkan 9, kaya yang di Aceh," ucap Widji Kongkom.
13 Segmen zona subduksi megathrust yang ada di Indonesia adalah Aceh Andaman, Nias, Simelue, Batu, Mentawai - Siberut, Mentawai - Pagai, Enggano, Selat Sunda, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumba, Sulawesi, Filipina, Papua.
Menelisik dari Tweet yang disampaikan oleh Dokter Tifa dan penjelasan Dr. Ing Widjo Kongko yang kemudian dikaitkan ramalan dari Hard Gumay beberapa hal bisa dikatakan merupakan sebuah hoax dan merupakan satu relevansi terhadap sebuah informasi.
Jika melihat dari Tweet yang disampaikan oleh Dokter Tifa dapat dikatakan berita tersebut hanya sekedar hoax karena semua pernyataannya telah dibantah oleh Daryono yang merupakan sosok ahli dibidangnya.
Kemudian berdasarkan pernyataan dari Dr. Ing Widjo Kongko dapat dikaitkan dengan ramalan dari Hard Gumay.
Hal ini karena daerah yang dikatakan Hard Gumay yaitu Manado, Makassar, sama desa kecil laut berada pada Pulau Sulawesi dan masuk dalam 13 zona subduksi.
Namun masyarakat agaknya harus lebih bijak menanggapi semua kabar yang beredar dan tetap memantau pusat info bencana yaitu BMKG.***

Share this article
Banyak beredar informasi seputar gempa dari ahli ilmuwan, peramal hingga ada hoax. Prakiraan Gempa dan Tsunami besar terjadi 20-23 Desember