AYOJAKARTA.COM - Sudah tiga pekan dari kasus penculikan anak bernama Malika di kawasan Sawah Besar Jakarta Pusat, belum ada titik terang dari pelaku tapi muncul dugaan baru adanya perdagangan manusia.
Malika adalah korban dari penculikan anak yang berusia enam tahun.
Ibunya sudah melakukan segala cara yang ia bisa untuk menemukan anaknya tapi nihil.
Aksi penculikan anak ini terekam oleh kamera CCTV.
Baca Juga: Anak dan Ibu Penculik Putri Ramadhani Beralasan Ingin Punya Anak Kecil
Informasi yang dimiliki oleh orang tua korban tentang pelaku penculikan sangatlah minim, pasalnya korban hanyalah orang asing yang beberapa kali mampir ke kedai kopinya.
Pihak berwajib pun sudah bergerak.
Polisi bekerja sama dengan Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta untuk mengidentifikasi korban dan juga pelaku melalui rekaman CCTV.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Senin (26/12/2022), penculik adalah orang yang akhir-akhir ini sering ditemui oleh orang tua korban.
Baca Juga: Masih 18 Tahun, Ini Tampang Penculik Putri Ramadhani!
Pelaku bernama Yudi kerap kali datang ke kedai kopi orang tua korban dalam beberapa pekan terakhir.
Diduga kunjungan pelaku ke kedai kopi orang tua korban dilakukan dengan tujuan melakukan pendekatan terhadap keluarga sasaran korban penculikan.
Salah satu cara pendekatan yang dilakukan oleh pelaku adalah kerap kali membawakan jajan dan membelikan mainan kepada anak-anak calon korbannya, ini dilakukan agar bisa membuat nyaman si anak dan mengambil hatinya.
"Kalau anak-anak kalau kedekatannya itu awalnya suka dikasih jajanan. Dia bawa dari sana, kemari bawa jajanan. Terus kadang-kadang suka ngajak jajan ke seberang sama yang bungsu sama Malika juga," kata Onih, ibu dari Malika.
Baca Juga: Komplotan Penculik di Pulomas Tertangkap, Korban Disekap Seminggu Lebih
Tidak hanya memberikan jajanan, pelaku juga kedapatan sering membawakan mainan untuk Malika dan juga adiknya.
"Suka bawain mainan kaya mobil-mobilan terus boneka-bonekaan, main-mainan kecil kaya bintang, gantungan kunci," ungkap Onih.
Onih sama sekali tidak pernah menaruh curiga kepada pelaku karena gelagat yang diperlihatkan olehnya adalah sosok yang penyayang anak-anak.
"Dia orangnya kalau saya perhatiin, orangnya biasa aja terus kayanya sayang gitu sama anak-anak karena setiap kalau dia datang selalu nanyain.'Nih si dede pada kemana? Mau diajak jajan' atau 'Si dede pada kemana mau dikasih mainan'," kata Onih.
Baca Juga: Sindikat Penculik WNA Asal Inggris Dibekuk, 4 Pelaku Anggota Polisi
Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak mengungkapkan bahwa kasus penculikan Malika diduga adalah sindikat perdagangan manusia.
"Berdasarkan pengalaman empirik Komnas Perlindungan Anak yang pernah mengalami kasus-kasus penculikan untuk tujuan-tujuan tertentu, nah ciri-ciri khas yang disampaikan oleh ibu, penculik maksud saya yang disampaikan korban ini adalah yang patut diwaspadai," kata Arist Merdeka Sirait.
Arist Merdeka Sirait sudah menemui keluarga korban sekaligus mendatangi TKP penculikan untuk kemudian bisa menarik kesimpulan tentang adanya penculikan dan dugaan pergadangan manusia.
"Ketika saya tiga hari yang lalu bertemu dengan keluarga korban, baik saya dan ibunya di TKP saya mensinyalir dengan pengalaman-pengalaman yang kami tangani ada tujuan-tujuan penculikan tertentu atau perdagangan tertentu," ujar Arist Merdeka Sirait.
Baca Juga: Begini Kronologi Polisi Tangkap Penculik Bocah di Masjid
Ada kemungkinan Malika diculik dengan tujuan untuk adopsi ilegal atau bisa juga dieksploitasi untuk mendapatkan keuntungan.
"Misalnya ada yang tujuan adopsi ilegal, ada yang untuk dieksploitasi secara ekonomi artinya dipekerjakan sesuai dengan profesi dari orang yang terduga melakukan penculikan,” ujar Arist Merdeka Sirait.
Bahkan Arist menduga ada hal mengerikan seperti perdagangan tubuh itu merupakan salah satu yang mungkin bisa saja terjadi.
Namun hingga kini ia dan pihak berwenang masih terus menyelidinya.
Malika terakhir terlihat pada Rabu (7/12/2022) sedangkan pelaku menurut pengamatan dari orang tua Malika merupakan seorang pemulung.
Karena setiap datang ke kedai kopi, ia selalu membawa gerobak berisi botol bekas, kardus dan juga plastik.***

Share this article
Pelaku penculikan anak di Jakarta Pusat belum bisa dilacak, diduga ada sindikat perdagangan manusia.