AYOJAKARTA.COM - - Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua terus berlanjut hingga memasuki babak pembuktian atas tewasnya Yosua di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022 silam.
Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sendiri telah mengakui kesalahanya dan mengaku siap bertanggung jawab atas tewas ajudannya Brigadir Yosua di rumahnya.
Namun, yang menjadi sorotan usai pengakuannya itu, Sambo justru meminta mantan ajudannya Bharada Richard Eliezer untuk turut bertanggung jawab atas kasus ini.
Awalnya, hakim memberikan kesempatan pada terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi untuk menanggapi kesaksian yang diterangkan oleh Richard Eliezer di hadapan majelis hakim di PN Jakarta Selatan, pada Selasa (13/12/2022) lalu.
"Kalaulah saksi menyampaikan bahwa saya minta menghajar kemudian saksi menerjemahkan perintah penembakan dari saya, saya akan bertanggung jawab, tapi kita berdua yang bertanggung jawab," Ucapnya Sambo saat diberikan kesempatan untuk menanggapi kesaksian Eliezer di persidangan seperti dilansir dari kanal Youtube Kompas TV pada Selasa (27/12/2022).
Tidak sampai disitu, bahkan terdakwa Ferdy Sambo pun meminta untuk tidak melibatkan istrinya Putri Candrawathi, Kuat Maruf, beserta Ricky Rizal dalam kasus ini.
Kembali Sambo menegaskan di hadapan majelis akan bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.
Baca Juga: Terpopuler! Hard Gumay Ramal 2023 Akan Ada Gelombang Besar Sapu Daratan di 3 Lokasi daerah Indonesia
"Janganlah Kuat, Ricky, istri saya kau libatkan, saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan, tapi tidak saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang tidak saya lakukan," kata Sambo.
Menariknya Sambo kemudian menunjuk-nunjuk dirinya dan ke arah Eliezer yang duduk di kursi saksi dengan tatapan tajam. Dia pun menekankan keberadaan dirinya saat ini karena ulah Eliezer yang berbohong di tanggal 5 Agustus lalu.
Sehingga, membuatnya dibawa paksa oleh bintang dua ke Mabes Polri karena keterangan itu.
"Yang mulia saya dibawa bintang dua ke Mabes Polri karena keterangan kebohongan di tanggal 5, tapi kemudian saya mengubah dan mengakui semuanya itu di tanggal 8 dengan berita acara yang ada," tegas Sambo.
Seperti yang kita ketahui, bahwa kematian Brigadir Yosua diduga kuat lantaran skenario pembunuhan yang diatur oleh Ferdy Sambo.
Dalam keterangan Richard Eliezer penembakan itu rupanya atas perintah Sambo sebagai atasannya, dimana dia mengaku tidak bisa menolak lantaran adanya hubungan relasi kekuasaan di dalamnya.
Sayangnya, hingga saat ini keterangan Eliezer itu terus ditepis oleh pihak Ferdy Sambo dengan berbagai alasan. Kendati bukti dan saksi telah merujuk pada kebenaran yang Eliezer ungkapkan di muka persidangan.***

Share this article
Ferdy Sambo minta Bharada E atau Richard Eliezer ikut bertanggung jawab atas kematian Brigadir Yosua dan tidak melibatkan Putri Candrawathi