AYOJAKARTA.COM - Sudah lebih dari sebulan kasus pembunuhan Brigadir J yang diduga dilakukan Ferdy Sambo bergulir.
Kelanjutan kasus dengan terdakwa Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer masih jadi sorotan hingga kini.
Berbagai ahli dihadirkan untuk menjelaskan soal posisi Ferdy Sambo dan Richard Eliezer.
Termasuk kini, Richard Eliezer menghadirkan saksi Reza Indragiri yang merupakan ahli psikologi.
Reza Indragiri mengungkapkan adanya penyimpangan pada kasus dengan terdakwa Ferdy Sambo ini.
"Namun tidak dapat dipungkiri, tempo-tempo ada jiwa korsa yang muncul dalam bentuk yang menyimpang," jelas ahli psikologi ini dalam sidang dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Selasa (27/12/2022).
Ia juga mengaitkan pernyataannya ini dengan hal yang diungkapkan oleh ahli lain dalam persidangan tersebut.
"Sebagai sub kultur menyimpang, yaitu kode senyap atau code of silence," tutur Reza Indragiri.
Pria yang menggunakan kacamata ini kemudian menjelaskan soal kode senyap yang dimaksudkannya.
Baca Juga: Ferdy Sambo Tuntut Richard Eliezer untuk Turut Bertanggung Jawab atas Tewasnya Yosua
"Kode senyap atau code of silence adalah istilah untuk menunjukan bahwa jiwa korsa, tempo-tempo termanifestasikan dalam bentuk penyimpangan," ucapnya tegas.
Kemudian ia menjelaskan beberapa jenis penyimpangan yang dimaksud dalam hal ini.
"Menutup-nutupi kesalahan sejawat," ujar Reza Indragiri memberikan contoh.
"Contoh lain, kepatuhan, ketaatan dan tidak memberikan koreksi pada siapapun yang sudah memberikan perintah," tambahnya.
Ditegaskan kembali jika hal-hal tersebut adalah jiwa korsa yang menyimpang.
Bahkan berdasarkan riset, hal ini sudah menjadi fenomena yang umum.
"Sudah jadi fenomena di sekian banyak organisasi kepolisian," tandasnya mengakhiri.***

Share this article
Reza Indragiri sebut ada penyimpangan di kasus Ferdy Sambo, jelaskan soal kode senyap atau code of silence, apa itu?