AYOJAKARTA.COM - Pasti banyak orang yang bertanya-tanya, mana yang lebih berbahaya antara bencana gempa bumi akibat sesar aktif di darat atau gempa bumi megathrust yang selama ini menghantui selatan Pulau Jawa.
Selama ini, gempa bumi megathrust menjadi salah satu ancaman yang selalu membayang-bayangi masyarakat karena potensinya memberikan dampak yang sangat besar.
Sementara itu, gempa bumi akibat sesar aktif menjadi dianaktirikan karena orang-orang terlalu berfokus pada potensi gempa bumi dahsyat yang bahkan belum pernah ada orang yang berhasil memprediksinya.
Baca Juga: Update Kerusakan Gempa Bumi Jayapura 4.9 Magnitudo dengan 68 Kali Gempa Susulan
Sedangkan itu, sesar aktif yang selama ini keberadaannya terlihat jelas telah memberikan ancaman dan serangan bertubi-tubi, khususnya dalam satu tahun ke belakang.
Tercatat ada salah satu gempa bumi mematikan yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat dengan kekuatan Magnitudo 5,6 yang menewaskan ratusan orang.
Lalu, sebenarnya mana yang sebenarnya lebih mengancam di antara gempa megathrust dengan gempa sesar yang telah terjadi akhir-akhir ini?
Baca Juga: Pakar Ingatkan Potensi Gempa Megathrust dan Tsunami Sampai Jakarta dengan Ketinggian Lebih dari 2 M
Dilansir dari laman resmi BMKG, sebuah artikel ilmiah mencoba menjawab pertanyaan orang-orang tentang potensi kedua jenis gempa ini.
Melalui tulisannya, Jaya Murjaya selaku Perekayasa Ahli Utama mengungkapkan bahwa wilayah Jawa Barat dan sekitarnya merupakan daerah rawan gempa bumi yang merusak.
“Merujuk pada data sejarah dan sumber-sumber gempabumi di wilayah Jawa Barat dan dengan memperhatikan peta gempa bumi wilayah Jawa Barat dan sekitarnya merupakan daerah rawan gempabumi merusak,” tulisnya.
Baca Juga: Gempa Bumi Sesar Aktif vs Megathrust di Selatan Jawa Barat, Mana yang Lebih Berbahaya?
Berdasarkan sejarah gempa bumi yang telah terjadi di Jawa Barat, sesar aktif disebutkan mendominasi sebagai sumber gempa yang merusak yang terjadi di Jawa Barat.
“Dan juga melihat skala intensitas gempabumi masa lalu seperti diterangkan diatas di wilayah Bogor, Cianjur dan Sukabumi serta Majalengka dengan Intensitas VII-IX MMI dan kerusakan bangunan bersifat lokal, dapat ditafsirkan bahwa sumber gempa bumi berasal dari gempabumi sesar-sesar aktif dan kecil kemungkinan akibat gempa bumi subduksi atau gempa bumi megathrust,” dalam keterangannya.
Untuk menegaskan, diketahui bahwa wilayah tersebut seringkali dilanda gempa bumi dengan pusat berada di darat dengan kedalaman dangkal yang menimbulkan kerusakan parah dan menelan korban jiwa.
Bukan gempa megathrust, gempa yang merusak tersebut dipastikan merupakan gempa bumi yang disebabkan oleh sesar aktif.
“Pada kurun waktu 50 tahun terakhir (tahun 1970-2022) wilayah ini juga sering dilanda gempabumi dengan magnitudo moderat yang pusatnya berada di daratan dengan kedalaman sumber gempa bumi dangkal namum menimbulkan kerusakan cukup parah dan menelan korban jiwa. Jenis gempa bumi yang demikian bisa dipastikan sebagai gempa bumi akibat sesar aktif.”
Dari penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa sesar aktif menjadi salah satu jenis gempa yang paling sering terjadi dan menimbulkan dampak yang signifikan dibandingkan gempa megathrust yang jarang terjadi.***

Share this article
Menurut penelitian, ancaman sesar aktif darat menimbulkan dampak yang signifikan dibandingkan gempa megathrust yang jarang terjadi.