AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang sangat sering terjadi belakangan ini.
Isu tentang gempa bumi megathrust juga terus saja tersebar dan mengancam masyarakat yang berada di Pulau Jawa.
Gempa megathrust memanglah sebuah ancaman yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh setiap orang.
Akan tetapi, kenyatannya bukan hanya gempa megathrust saja yang sedang mengancam Pulau Jawa saat ini.
Gempa yang diakibatkan oleh sesar aktif malah menjadi salah satu ancaman yang lebih nyata yang sering disepelekan oleh orang-orang dan tertimbun isu gempa megathrust.
Salah satu gempa bumi mematikan dengan dampak terbesar yang terjadi akhir-akhir ini adalah gempa Cianjur yang terjadi pada tanggal 21 November 2022 dengan kekuatan 5,6 Magnitudo.
Baca Juga: Pakar Ingatkan Potensi Gempa Megathrust dan Tsunami Sampai Jakarta dengan Ketinggian Lebih dari 2 M
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, gempa bumi yang terjadi dan meluluh lantahkan Kabupaten Cianjur tersebut diakibatkan oleh sesar aktif tersembunyi yang berada di Cugenang dan disebut sebagai Sesar Cugenang.
Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG telah merilis hasil studi kasus berkaitan dengan gempa bumi sesar aktif dan megathrust di wilayah Jawa Barat.
Dikutip AyoJakarta dari laman resmi BMKG, ternyata gempa sesar darat menjadi salah satu hal yang harus dikaji lebih lanjut dibandingkan dengan gempa megathrust.
Baca Juga: Gempa Bumi Sesar Aktif vs Megathrust di Selatan Jawa Barat, Mana yang Lebih Berbahaya?
“Melihat data kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi megathrust di selatan Jawa Barat dengan tingkat magnitudo “major” (7≤M≤7.9) dapat menimbulkan kerusakan dan menelan korban jiwa bagi penduduk wilayah pantai,
dan dengan mengacu pada data kerusakan gempa bumi dangkal di darat yang dipicu akibat aktivitas sesar aktif darat di wilayah Jawa Barat, menjadi hal khusus untuk patut dilakukan kajian lebih serius terkait potensi dampak bencana gempa bumi sesar aktif darat.”
Disebutkan bahwa dampak kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi sesar aktif darat sangatlah nyata, walaupun kekuatannya hanya dalam skala moderat.
“Data kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi sesar aktif darat walaupun hanya magnitudo gempa bumi skala moderat, dampak kerusakannya sangat nyata.”
Atas dasar hal tersebut, peneliti menilai bahwa perlu dilakukan kajian komperhensif berkaitan gempa bumi secara lebih lanjut, bukan hanya sesar aktif yang sudah teridentifikasi saja.
“Berdasarkan kejadian gempa bumi kerak dangkal di wilayah Jawa Barat yang beberapa lokasi diluar zona sesar aktif yang telah teridentifikasi, maka kajian komprehensif bencana gempa bumi tidak terbatas pada zona-zona sesar aktif yang sudah teridentifikasi saja.”
“Namun perlu juga kajian untuk zona-zona yang diperkiraan adanya sesar aktif tersembunyi (blind/hiddenfaults) berdasarkan data geofisika lainnya (Gravity, Geomagnet, resistivity) dan juga berdasarkan data makroseismik gempabumi masa lalu (paleo earthquakes).”***

Share this article
Hasil penelitian menyebutkan bahwa sesar aktif justru perlu kajian lebih serius, sebab dampaknya sangat nyata.