AYOJAKARTA.COM – Martin Simanjuntak sebagai pengacara Keluarga Yosua berhasil membuat pengacara Ferdy Sambo hanya terdiam setelah Martin ungkap fakta rumah Magelang.
Rumah Magelang adalah tempat dimana diduga terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh klien Martin Simanjuntak yaitu Yosua terhadap istri dari Ferdy Sambo.
Martin Simanjuntak meragukan adanya kejadian tersebut karena tidak adanya bukti yang kuat berupa visum. Febri Diansyah sebagai Pengacara Ferdy Sambo pun mengaku bahwa tidak ada visum.
“Tidak ada visum, tidak ada visum makanya saya bilang ini hanya bisa terkonfirmasi kalau ada visum dan assesment psikologi. Visum tidak ada,” kata Febri Diansyah.
Baca Juga: Febri Diansyah Didebat Habis, Martin Lukas Simanjuntak: Namanya Pemerkosaan Pasti Ada Jejak DNA
Dalam perdebatan antara Pengacara keluarga Yosua dan Pengacara Ferdy Sambo, Martin mengatakan bahwa Ferdy Sambo yang dalam keadaan emosi berhasil membuat rencana pembunuhan terhadap Yosua.
Selanjutnya menurut pendapat Martin, tudingan Putri Candrawathi tentang pelecehan seksual sudah rontok karena tidak adanya bukti yang kuat.
“Marahnya (Ferdy Sambo) bukan marah yang spontan tapi marah yang bisa merencanakan. Kalau kita kaitkan dengan dalilnya si Febri ini ya yang mengatakan ada pemerkosaan sayangnya sudah rontok,” ujar Martin.
Selain tidak adanya bukti visum, rumah Magelang merukapan kediaman dari atasan Yosua yaitu Ferdy Sambo.
Baca Juga: Komisi Yudisial Enggan Periksa Hakim Wahyu, Dugaan Teror kepada Hakim Gagal Total
Oleh karena itu seharusnya dari fakta ini menjadikan Ferdy Sambo bisa dengan mudah menemukan DNA Yosua dalam rumahnya sebagai bukti.
“Tidak ada visum. Lalu yang kedua, rumah Magelang ini kan mereka kuasai, yang namanya pemerkosaan pasti ada jejak DNA. Bisa ngga mereka buktikan?” kata Martin.
Alih-alih memberikan bukti visum dalam persidangan, pihak Ferdy Sambo justru memberikan foto Yosua yang sedang berada di klub malam sebagai bukti.
Hal ini membuat Martin geram karena merasa foto Yosua tersebut tidak ada hubungannya dengan kasus ini.
“Yang mereka buktikan apa? Foto pergi ke klub malam yang tidak ada hubungannya. Apakah kalau orang ke klub malam bisa dibunuh? Apakah kalau orang ke klub malam tersebut berarti dia pemerkosa?” ucap Martin.
Dalam foto tersebut tidak hanya menampilkan Yosua saja tapi ada juga bawahan Ferdy Sambo yang lain yang bernama Daden.
Menurut Martin, adalah tidak masuk akal menilai seseorang bisa melakukan pelecehan seksual karena pernah mengunjungi klub malam.
“Kalau memang benar seperti itu maka Daden harus dibunuh juga dan kalau memang benar seperti itu saya pikir hampir 90% advokat di Indonesia ini harus dibunuh. Kenapa? Karena mereka suka ke klub malam juga,” ujar Martin geram, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV (9/1/2023).***

Share this article
Pengacara Keluarga Yosua, Martin Simanjuntak berhasil membuat pengacara Ferdy Sambo hanya terdiam setelah Martin ungkap fakta rumah Magelang