AYOJAKARTA.COM – Irma Hutabarat menilai bahwa tangis yang ditunjukkan selama ini oleh Putri Candrawathi sebagai sebuah drama yang telah direncanakan.
Sosok terdakwa Putri Candrawathi memang seringkali menunjukkan tangisnya di tengah persidangan, termasuk dalam kesaksiannya ketika mendapat pelecehan dari Brigadir J.
Kuasa Hukum keluarga Yoshua, Irma Hutabarat menilai bahwa tangisan yang disampaikan oleh Putri Candrawathi sebagai sebuah adegan yang direncanakan.
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube tvOneNews, Irma Hutabarat menyampaikan keluh kesahnya tentang sosok Putri Candrawathi yang terus saja menunjukkan air matanya.
Menurutnya, kesedihan yang diceritakan oleh Putri Candrawathi hanyalah sebuah adegan belaka yang sudah diatur waktunya kapan harus menangis.
“Ini kan seperti adegan yang ‘action’, tau kapan harus nangis. Ketika Susi memegang kaki saya, langsung nangis,” kata Irma.
Menurutnya, seseorang yang sedang menangis tak akan mengatakan bahwa dirinya sedang menangis atau bersedih sebagai bentuk validasi.
“Ada satu hal lagi. Kalau saya menangis, saya tidak akan pernah mengatakan bahwa ‘saya menangis’. Itu tidak seperti itu kalau orang sedih kan,” tuturnya.
Di sisi lain, Irma kemudian beralih pada kejadian di Magelang ketika Putri Candrawathi sakit dan ingin diangkat oleh Brigadir J.
Sayangnya, Brigadir J tidak kuat mengangkatnya sendirian dan meminta bantuan kepada Richard Eliezer.
“Lagipula dalam hal ini, pada saat di Magelang selain ada Susi selain ada Kuat, itu juga PC dalam keadaan sakit,” ujar Irma.
“Di bawah di sofa dia sudah tergeletak. Dia minta diangkat oleh Joshua, Joshua tidak mau mengangkat sendiri, dipanggil Bharada E, mereka berdua mengangkatnya, ditepis katanya tangan Ichad,” terangnya.
Hal ini kemudian melahirkan pemikiran baru bagi Irma yang bisa mematahkan tuduhan-tuduhan dari Putri Candrawathi.
Menurutnya, Putri Candrawathi pada saat itu ingin diangkat oleh Yoshua sendirian, tetapi Yoshua tidak kuat.
“Saya berpikir ‘oo dia maunya diangkat sendiri sama Yoshua, tapi Yoshua tidak kuat,” kata Irma.
Hal ini yang kemudian menjadi pertanyaan baru bagi Irma yang bisa mematahkan tuduhan dari Putri Candrawathi tentang Yoshua yang membantingnya sebanyak tiga kali.
“Mengangkat sendiri saja tidak Kuat, minta bantuan Ichad. Bagaimana Joshua bisa membanting tiga kali?” cecar Irma.
“Ada hal-hal yang secara teknis tidak mungkin, tetapi diulang-ulang,” pungkasnya.

Share this article
Irma Hutabarat menilai bahwa tangis yang ditunjukkan selama ini oleh Putri Candrawathi sebagai sebuah drama yang telah direncanakan.