AYOJAKARTA.COM - Kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menjadi pukulan bagi keluarga besarnya.
Kesedihan itu terutama dirasakan oleh ibunda Yosua yakni Rosti Simanjuntak.
Hingga kini ibunda Yosua kerap menunjukkan kepedihannya usai kepergian anaknya itu.
Berbagai curahan hati ia luapkan saat diundang dalam acara-acara yang menjadikannya sebagai bintang tamu.
Baca Juga: Terpopuler! Putri Candrawathi Terciduk Berduaan dengan Kuat Maruf di Lift, Hakim Cecar Hal Ini
Kali ini Rosti Simanjuntak mengungkapkan saat dirinya diminta untuk tidak lagi muncul di media.
Melansir dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Rosti Simanjuntak yang merupakan ibunda Yosua pun menceritakan kisahnya.
Rosti menceritakan ketika sebelum persidangan, keluarganya didatangi rombongan untuk meminta mereka tidak lagi muncul di media.
"Sebelum persidangan, ya memang ada cara-cara mereka untuk melakukan agar kami jangan muncul ke publik secara mengintimidasi," ujar ibunda Yosua.
"Yaitu dengan datangnya rombongan daripada Hendra bersama Kombes Santo ke rumah Sungai Bahar," tambahnya.
Kemudian Rosti mengatakan bahwa setelah pemakaman Yosua, rombongan itu melakukan intimidasi pada keluarga Brigadir J.
Agar dapat membungkamnya dan tidak meneruskan perjuangan menguak fakta yang sebenarnya terjadi.
"Yang menurut mereka akan membungkam kami tidak berbicara tidak melakukan yaitu perjuangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa ini," pungkasnya.
Akan tetapi menurut Rosti Simanjuntak, Tuhan turut hadir untuk mengungkap kasus tersebut.
Kasus yang menewaskan Yosua itu pun hingga kini masih dalam penyelidikan.
Berbagai upaya dilakukan demi mengungkap misteri kematian ajudan Ferdy Sambo tersebut.***

Share this article
Berbagai curahan hati ia luapkan saat diundang dalam acara-acara yang menjadikannya sebagai bintang tamu.