AYOJAKARTA.COM – Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang tidak dapat diprediksi. Gempa bumi baru-baru ini terjadi beberapa wilayah Indonesia, sejak tengah malam tadi.
Dikutip oleh ayojakarta.com melalui akun Twitter @infoBMKG dan @DaryonoBMKG pada 22 Januari 2023, sejumlah daerah diguncang gempa, mana saja dan apakah gempa yang berurutan ini berbahaya? Simak penjelasan berikut.
Gempa pertama mengguncang 133 km tenggara Melonguane, Sulawesi Utara dengan magnitudo 3.9 pada pukul 00.24 WIB. Gempa ini memiliki kedalaman 10 km.
Selanjutnya, gempa mengguncang Maluku Utara, tepatnya 147 km barat laut Tobelo. Gempa dengan kedalaman 10 km ini memiliki magnitudon 3,8 dan terjadi pada pukul 00.43.
Gempa ketiga, terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tepatnya 449 km barat daya dari Gunung Kidul. Gempa dengan kedalaman 10 km ini bermagnitudo 4,9, terjadi pada 01.29 WIB.
Aceh Jaya tidak luput dari gempa, tepatnya 61 km barat daya dari Calang. Gempa dengan magnitudo 4,3 ini memiliki kedalaman 25 km dan terjadi pada pukul 02.25 WIB.
Pada pukul 03.02 WIB gempa bumi terjadi di Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Tepatnya 93 km tenggara dari Nias Selatan. Gempa dengan magnitudo 3,8 ini memiliki kedalaman 10 km.
Gempa kembali mengguncang 143 km tenggara Melonguane, Sulawesi Utara pada 03.06. Gempa dengan magnitudo 5,3 memiliki kedalaman 10 km.
Gempa mengguncang 84 barat daya Kaimana, Papua Barat pada 04.44 WIB dengan magnitudo 3.6 dan kedalaman 10 km.
Selanjutnya gempa melanda 125 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara dengan magnitudo 3,4 pada pukul 05.59 WIB dengan kedalaman 10 km.
Pagi ini, gempa bumi mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara kembali pada 06.21 WIB, tepatnya di 301 km barat laut dan dengan magnitudo 4,8 serta kedalaman 126 km.
Selang sekitar setengah jam, gempa terdeteksi di 36 km barat daya Wanokaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 07.07 dengan magnitudo 3,4 dan kedalaman gempa 13 km.
Baca Juga: Aksi Heroik Pengemudi Ojol Selamatkan Wanita Terjun ke Laut! Ini Kronologinya
Gempa bumi terjadi di 3 km barat laut Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada 07.28 WIB dengan magnitudo 4,1 dengan kedalaman 115 km.
Gempa tercatat mengguncang 69 km barat daya Bengkulu Tengah dengan magnitudo 4,3 dan kedalaman 43 km. Gempa bumi ini terdeteksi pukul 07.44 WIB.
Sementara itu, Daryono pada 19 Januari 2023 lalu membuat cuitan pada akun Twitter miliknya @daryonoBMKG terkait gempa yang beruntut terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Kesempatan Terakhir untuk Vote Pemain NBA All-Star 2023, Berikut Klasemen Voting Pemain Sementara
"Fenomena kegempaan akhir-akhir ini masih tergolong wajar jika mengacu data katalog dan statisitik monitoring gempa di BMKG. Fluktuasi aktivitas kegempaan di Indonesia berupa peningkatan aktivitas gempa pernah terjadi beberapa kali, seperti pada Desember 2021, Juli 2021, Nov 2019, Agustus 2018 dan November 2018," tulis Daryono.
Perlu diketahui, Indonesia diapit oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo Australia di sebelah selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur dan Lempeng Eurasia di sebelah Utara. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut mengakibatkan terjadinya gempa bumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempabumi.
Kondisi pergerakan ketiga lempeng menyebabkan adanya zona saling tindih antar lempeng yang disebut dengan zona subduksi.
Menurut Tim Pusat Studi Gempa Nasional wilayah Indonesia dikelilingi oleh 13 zona subduksi (zona Megathrust).
Megathrust Aceh Andaman
Megathrust Nias
Megathrust Batu
Megathrust Mentawai Siberut
Megathrust Mentawai Pagai
Megathrust Enggano
Megathrust Selat Sunda
Megathrust Jawa Tengah Jawa Barat
Megathrust Jawa Timur
Megathrust Sumba
Megathrust Sulawesi Utara
Megathrust Filipino
Megathrust PapuaBaca Juga: Bela Anak Buah Sambo, Mantan Wakapolri Sebut Tidak Perlu Dipidana, Cukup Jalani Kode Etik!
Megathrust ini dapat menjadi sumber gempa bumi berskala besar, maka dari itu disebut megathrust. Terkait apakah gempa bumi yang terjadi ini terkait aktivitas zona subduksi, hal ini menjadi dugaan sementara dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut, oleh para ahli.
Penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya gempa secara pasti dan usaha atau solusi tindakan mitigasi yang diperlukan.***

Share this article
Hari ini, 22 Januari 2023 Gempa pertama mengguncang 133 km tenggara Melonguane, Sulawesi Utara dengan magnitudo 3.9 pada pukul 00.24 WIB.