AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan berantai oleh warga Cianjur sudah memakan banyak korban jiwa yang mana merupakan keluarga dari pelaku sendiri.
Awal mula pembunuhan berantai ini terendus oleh polisi pada saat ditemukan kasus keracunan satu keluarga di Bantargebang, Bekasi.
Awalnya polisi menduga keluarga ini hanya keracunan makanan saja.
Tapi setelah diselidiki lebih dalam, polisi menemukan fakta-fakta yang mengarah kepada adanya dugaan pembunuhan berantai.
Setelah penyelidikan, polisi menyimpulkan bahwa keluarga ini bukan keracunan makanan melainkan diracun.
Polisi menetapkan terdapat 3 orang pelaku yaitu Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Dullah (60), dan M Dede Solihun (34).
Sedangkan korban tewas satu keluarga di Bekasi adalah Ai Maemunah (40) yang merupakan istri Wowon, Ridwan (18) dan Riswandi (15) yang merupakan anak dari Ai Maemunah dengan suami pertamanya yaitu Didin.
Baca Juga: Ferdy Sambo Ada Peluang Bebas? Mahfud MD Sebut Ada Gerilya di Balik Layar Persidangan
Kasus pembunuhan menggunakan racun ini kemudian berkembang ke Cianjur, di mana polisi menemukan kerangka manusia yang dikubur di rumah milik Wowon dan Soihin.
Naasnya korban pembunuhan Wowon dan Solihin di Cianjur tidak hanya 1 orang, melainkan 5 orang. Kerangka yang ditemukan di kedua rumah pelaku berusia 2 bulan hingga 2 tahun.
Identitas korban Wowon dan Solihin di Cianjur adalah sebagai berikut :
- Noneng, mertua Wowon
- Wiwin, istri pertama Wowon yang merupakan anak dari Noneng
- Bayu, bayi yang berusia 2 tahun
- Farida, yang merupakan TKW
- Halimah, istri sirih dari Wowon yang merupakan ibu dar Ai Maemunah
- Selain korban yang telah disebutkan di atas, masih ada 1 korban lagi bernama
- Siti yang merupakan TKW yang dibuang ke laut dan jasadnya berada di Garut.
Total ada 9 orang yang dibunuh oleh pelaku, sedangkan motif Wowon menghabisi 9 nyawa tersebut diduga karena ada unsur supranatural dan ekonomi.
Awalnya pelaku menawarkan penggandaan uang kepada korban Siti dengan cara supranatural atau perdukunan.
Namun ketika Siti menagih uang tersebut kepada pelaku, Wowon malah memerintahkan Noneng untuk membunuh Siti dengan cara mendorongnya ke laut saat berada di atas kapal.
Jadi hampir semua korban dibunuh untuk menutupi aksi kejinya terungkap, namun polisi masih mendalami kenapa pelaku tega membunuh anak kecil seperti Bayu yang masih berusia 2 tahun.
Wowon sendiri memiliki 6 orang istri yang 3 di antaranya telah dibunuhnya. P
olisi kemudian menemukan ada dana hasil penipuan pelaku yang berjumlah Rp1 miliar.
Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa temuan korban dan dana hasil penipuan ini masih berpotensi bertambah, demikian seperti dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (22/1/2023).***

Share this article
Awal mula pembunuhan berantai ini terendus oleh polisi pada saat ditemukan kasus keracunan satu keluarga di Bantargebang, Bekasi.