Berharap Keadilan, Keluarga Muhammad Said Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Kabah Tegas Beberkan Kronologi

Ilustrasi, keluarga Muhammad Said terduga pelaku pelecehan seksual terhadap wanita Lebanon di depan Ka'bah akhirnya buka suara demi mengharapkan keadilan.
Ilustrasi, keluarga Muhammad Said terduga pelaku pelecehan seksual terhadap wanita Lebanon di depan Ka'bah akhirnya buka suara demi mengharapkan keadilan.

AYOJAKARTA.COM – Keluarga Muhammad Said terduga pelaku pelecehan seksual terhadap wanita Lebanon di depan Ka'bah akhirnya buka suara demi mengharapkan keadilan.

Salah satu keluarga Muhammad Said mencoba memberikan klarifikasi atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan sepupunya yang ramai diberitakan di media sosial.

Hal tersebut dikarenakan berita yang beredar pada media sosial dinilai keluarga Muhammad Said tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Baca Juga: Keluarga Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Mekkah Angkat Bicara, Ada Klaim Dipukuli dan Dipaksa Mengaku

Ana sepupu dari Muhammad Said memberikan klasifikasinya melalui akun media sosial Twitter miliknya @iniakuhelmpink seperti dikutip AyoJakarta.com pada Senin, 23 Januari 2023.

“Hy teman-teman Twitter, mohon bantu up saya mau minta tolong kalaupun permintaan pertolongan kami tidak sampai ke Bapak Presiden Jokowi Dodo, saya hanya berharap ini bisa meredakan berita yg beredar di media sosial, saya paham betul the power of Twitter yg menegakkan keadilan,” cuit Ana.

“Saya ingin mengklarifikasi ke semua media terkait masalah sepupu saya Muhammad Said yg dituduh melecehkan seorang wanita asal Lebanon pada saat melaksanakan ibadah umroh di tanah suci Mekkah, mungkin ini tidak penting untuk orang-orang di Media tapi demi menjaga nama baik keluarga kami,” tulisnya lagi.

Baca Juga: Ngaku Punya Bukti, Febri Diansyah Ngotot Sebut Putri Candrawathi Korban Pelecehan dan Tak Terlibat Pasal 340

Sepupu Muhammad Said itu pun menceritakan kronologi versi keluarga mereka yang sebenarnya.

Kejadian tersebut berawal pada saat Muhammad Said dan keluarga menjalankan ibadah umrah di bulan November 2022 lalu.

Pada tanggal 8 November 2022 Muhammad Said dan rombongan sampai ke Mekkah dari Madinah, dan di tanggal 10 November 2022 jam 1 malam waktu Mekkah, dia tawaf bersama ibu, Kakak dan neneknya.

Baca Juga: Dituduh Lakukan Pelecehan Depan Kakbah, Begini Klarifikasi dari Pihak Diduga Keluarga Muhammad Said

Karena banyak orang, Muhammad Said meminta ibunya untuk menunggu di depan (diluar area Ka'bah) karena takutnya akan terjepit.

“Pas Muhammad Said hampir megang sudut Ka’bah ada orang dari belakang narik pakaian ihramnya, karna takut pakaian ihramnya melorot dia ditariklah dari belakang kedepannya pakaian itu,” jelasnya.

“Pas keluar dari kumpulan jemaah, Muhammad Said langsung ditarik 2 polisi dan Askar disitu, trus dibawa ke kantor polisi dimintai keterangan dalam keadaan Muhammad Said kebingungan salahnya apa, menelfonlah Muhammad said ke keluarganya,” ujar Ana menambahkan.

Baca Juga: Muhammad Said Disiksa Agar Mengakui Pelecehan Depan Kakbah, Pihak Keluarga Beberkan Kronologi Sebenarnya

Tapi menurutnya, ponsel Muhammad Said saat itu diambil oleh polisi tersebut, dihapus semua foto-foto dan semua biodata Muhammad Said di dalamnya.

“Sebelumnya sempat menghubungi kami yg di Indonesia karna hp ibunya tidak aktif karna waktu itu ibunya kan masih disekitaran Ka’bah nungguin Muhammad Said, dihubungilah kami di indo,” tulis Ana.

Keluarga di Indonesia diminta untuk menghubungi kakaknya yang juga sedang berada di Mekkah untuk memberitahukan kalau Muhammad Said dibawa sama polisi Arab Saudi.

“Namanya Kak Mini, nah kak Mini ini posisinya juga disekitaran Ka'bah tapi sementara sholat, dihubungilah kak Mini ini oleh Muhammad Said kalau dia ditangkap polisi dengan tuduhan PELECEHAN,” terang Ana dalam cuitannya.

Baca Juga: Miris 3 Bocah SD Lakukan Pelecehan Seksual pada Siswi TK, Kasus Berlanjut Ke Meja Hijau

“Kata polisinya ada Wanita Jemaah asal Lebanon yg melapor Muhammad Said memegang Payudara si wanita Lebanon ini pada saat di depan Ka'bah, Muhammad said dimintai keterangan pada saat dikantor polisi tidak berkutik sedikitpun karena beliau tidak paham bahasa Arab,” cuit Ana.

Saat itu bahkan Muhammad Said dikatakan mengalami pemukulan oleh Polisi Arab, namun dia tidak berkutik karena memang dia tidak paham.

Posisi pada saat itu sang wanita pelapor tidak berada di tempat.

“Sampai pada saat ketua travelnya ke kantor polisi disana katanya harus ditahan dulu sekitaran 5 hari nanti dibebasin, oke kita toleran karena kami pikir mungkin kesalahpahaman disana butuh waktu menyelesaikan,” ujar Ana.

Tibalah waktu travel yang membawa Muhammad Said dan rombongan ini harus pulang ke Indonesia dan Muhammad Said masih belum bisa ikut pulang karena kabarnya harus tetap disana sampai selesai pengadilan.

Baca Juga: 2 Alasan Jaksa Meyakini Yosua Tak Lakukan Pelecehan kepada Putri Candrawathi: Korban Adalah Ajudan yang...

“Nah disinilah keganjalannya, dia divonis hukuman 2 tahun penjara dengan kasus pelecehan, tanpa adanya bukti, saksinya pun cuma 2 polisi yg tangkap Muhammad said di TKP, dan pada saat pengadilan wanita Lebanon atau yg disebut korban ini tidak pernah hadir pada saat pengadilan!” tegas Ana di cuitannya.

Keluarga mengaku hampir setiap hari melakukan komunikasi dengan Muhammad Said

“Muhammad Said nangis-nangis (btw hpnya disita jadi pakai telfon yg ada di kantor polisi itu, durasinya 5 menit) dia ngadu,” terangnya lagi.

“Katanya disuruh ngaku kalau beliau melakukan hal keji itu tapi dia tetap bersikeras membantah kalau beliau tidak melakukan itu walaupun dipaksa sama polisi disana dia tidak mengakui, tidak pernah mengakui tuduhan itu,” bantah Ana dalam cuitan Twitter-nya.

Baca Juga: Aiman Witjaksono Ungkap 3 Kejanggalan dari Kasus Pelecehan Putri Candrawathi yang Berujung Terbunuhnya Yosua

Tapi menurut Ana, tiba-tiba ada surat dari pihak Arab melalui kedutaan, sampai ke Kepala Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Sulawesi Selatan dan keterangannya membuat keluarga sakit hati.

“Katanya Muhammad Said mengakui bahwa tuduhan itu benar, padahal Muhammad said sudah sumpah-sumpah ditambah suci nangis-nangis bahwa itu tidaklah benar,” ujar Ana.

“Kita hanya perlu bukti, tapi tidak ada bukti bahkan korban pun tidak pernah ada di pengadilan,” tambahnya.

Ana juga meminta kepada media pemberitaan agar tidak menggiring opini kepada Muhammad Said atas tindakan yang menurutnya tidak pernah dilakukannya.

“Dan untuk para media, tolong!!!!! Kami tau kalian punya sumber tapi headline dan opini kalian sangatlah menggiring orang² untuk menyumpah²i Kakak kami, kami dari keluarga yg sangat menjunjung tinggi agama Islam!” tegas Ana.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# wanita lebanon
# Ka'bah
# Muhammad Said
# Arab Saudi
# pelecehan seksual

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.