AYOJAKARTA.COM - Kuasa Hukum dari Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat mengatakan adanya gladi resik dalam pembunuhan Brigadir Yosua.
Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa gladi resik itu dilaksanakan di Jakarta, saat Brigadir Yosua dibawa ke Magelang.
Dikutip Ayojajarta.com melalui kanal YouTube MetroTV bahwa Kamaruddin menyebut kejamnya pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ini disertai adanya gladi resik di Jakarta.
Baca Juga: Mulai Besok, 24 Januari 2023 Vaksin Booster Bisa Untuk Masyarakat 18 Tahun ke Atas!
Kamaruddin Simanjuntak selaku Kuasa Hukum dari Brigadir Yosua mengatakan bahwa terdakwa bersekongkol bawa Yosua ke Magelang untuk laksanakan gladi resik pembunuhan di Jakarta
"Bahkan mereka bersekongkol untuk membawa Yosua ke Magelang, kemudian di Jakarta melakukan Gladi bersih atau Gladi Resik (GR) tentang bagaimana proses itu dilakukan, supaya tidak diketahui oleh Yosua," ujar Kamaruddin Simanjuntak.
Ini alasan Kamaruddin meminta untuk mengecek CCTV tetangga sebelum 1 minggu dan setelah seminggu peristiwa penembakan Brigadir Yosua.
"Itu makanya saya katakan, tolong periksa cctv tetangga, periksa sebelum 1 minggu, dan seminggu setelah," ungkap Kamaruddin.
"Di situ akan terlihat ada yang berperan libur ketika pembunuhan itu, ada juga yang berperan sebagai tukang ojek, tukang somay, ada yang berperan membunyikan petasan," sambungnya.
Baca Juga: Takjub! Bunda Corla Berikan Jawaban Bijak saat Ditanya Sandiaga Uno Tentang Hal Ini
Soleman Ponto selaku Pakar Intelijen mengatakan bahwa unsur-unsur untuk hukuman maksimum kepada Ferdy Sambo itu sudah terpenuhi.
"Dipersidangan semua unsur-unsur untuk hukuman maksimum, itu sudah terpenuhi maksimum, ada dua masalah disitu," ujar Soleman Ponto.
"Dia sebagai untuk membunuh dan ada lagi sebagai Obstruction of Justice. Tidak ada satupun hal meringankan, jadi terpenuhi itu hukuman mati maksimum, tapi kan tidak, seumur hidup," lanjutnya.
Mahfud MD selaku Menko Polhukam mendengar gerakan-gerakan yang meminta terkait keputusan terhadap Ferdy Sambo.
"Saya sudah bilang, saya mendengar ada gerakan-gerakan, yang minta keputusan Ferdy Sambo itu," kata Mahfud MD.
"Ada yang meminta dengan huruf tapi ada juga yang minta dengan angka. Ada yang ingin sambo dibebaskan, ada yang ingin dihukum kan gitu," sambungnya.
Menko Polhukam bisa amankan dan memastikan kejaksaan tidak terpengaruh dengan adanya gerakan-gerakan bawah tanah.
"Tapi kami bisa amankan itu di kejaksaan. Saya pastikan kejaksaan independen. Saya pastikan kejaksaan independen tidak terpengaruh dengan gerakan-gerakan bawah tanah itu," terang Mahfud MD.
Ia mengatakan jika ada yang menekan pengadilan atau kejaksaan, Letjen akan siap menghadapinya.
"Karena ada yang bilang 'ada katanya seorang brigjen mendekati si A si B',Saya bilang Brigjennya siapa suruh sebut ke saya. Nanti di sini saya punya Mayjen banyak kok," kata Mahfud MD.
"Kalau Anda bilang Mayjen yang mau menekan pengadilan atau kejaksaan, di sini saya punya Letjen," sambungnya.
Mahfud MD akan selalu mengawal agar kejaksaan sudah independen dari keputusan Majelis Hakim.
"Kan masih banyak pledoi, kemudian ada putusan majelis, saya melihat kalo kejaksaan agung sudah independen, dan saya kawal terus jadi independen," ungkap Mahfud MD.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak ungkap adanya gladi resik dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua, ada udang dibalik batu Brigadir J ke Magelang