AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo masih jadi sorotan semenjak bulan Juli 2022 lalu.
Sebagai mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo kini rasakan penyesalan usai lakukan pembunuhan berencana pada Yosua.
Rasa marah Ferdy Sambo, membuatnya kini harus merasakan kehidupan yang berubah 180 derajat.
Hari ini, Selasa (24/1/2023) Ferdy Sambo membacakan pembelaan dalam sidang pledoi untuk meringankan tuntutan dari jaksa.
Dalam pledoi yang dibacakan Ferdy Sambo, ia mengaku kerap kali merenung.
"Di dalam jeruji tahanan yang sempit saya terus merenungi betapa rapuhnya kehidupan saya sebagai manusia," kata Sambo si ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Terlebih, ia merasakan perbedaan kehidupan yang begitu drastis sebelum ditahan di balik jeruji besi.
Ferdy Sambo mengungkap jika kehidupannya sebelumnya sangat terhormat.
Namun ia tak menyangka jika kini berubah 180 derajat usai terperosok dan jadi tahanan melepaskan semua kemewahan hidupnya.
Baca Juga: Curhat Rasakan Banyak Hinaan dan Cacian, Ferdy Sambo Sebut Pembacaan Pledoi: Pembelaan yang Sia-sia
"Tak pernah terbayangkan jika sebelumnya kehidupan saya yang begitu terhormat dalam sekejap terperosok dalam nestapa dan kesulitan yang tidak terperikan," ucap Sambo.
Meratapi kehidupannya di masa lampau, Ferdy Sambo mengungkapkan rasa penyesalannya.
Ia mengaku jika dirinya marah dan emosi saat tahu sang istri menceritakan jika Yosua melakukan kekerasan seksual hingga diperkosa ajudannya tersebut.
Disebutkan jika penyesalan selalu tiba d belakang.
Baca Juga: Febri Diansyah Sebut Motif Seharusnya Menjadi Fokus dalam Kasus Brigadir J, Sindir Soal Pelecehan PC
"Demikianlah penyesalan kerap tiba belakangan, tertinggal oleh amarah dan murka yang mendahului," tandas Ferdy Sambo.
Mantan Kadiv Propam ini terancam hukuman penjara seumur hidup sesuai tuntutan yang diberikan dari Jaksa Penuntut Umum.
Jaksa mengatakan jika tak ada satupun tindakan Ferdy Sambo yang bisa meringankan hukumannya.***

Share this article
Ferdy Smabo curhat soal kehidupan saat ini di penjara yang sempit usai kasus pembunuhan Brigadir J atau Yosua