AYOJAKARTA.COM – Prabowo Subianto dan Anies Baswedan adalah dua sosok yang sudah digadang-gadang bakal maju sebagai calon presiden (Capres) dalam perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Sebagai Ketua Umum, Prabowo sudah ditetapkan sebagai balon Capres oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Gerindra akan menggandeng Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam koalisi.
Sementara itu, Anies Baswedan sudah resmi menjadi bakal Capres dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai pengusung. Partai besutan Surya Paloh itu kini tengah intensif membahas pembentukan koalisi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.
Prabowo dan Anies Baswedan sebelumnya pernah bergandengan tangan di kontestasi politik Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017.
Ketika itu, Gerindra mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang kemudian memenangkan Pilgub DKI.
Dalam bincang-bincang di kanal YouTube Uncensores Akbar Faizal, Sandiaga Uno sempat ditanyakan oleh Akbar sebagai tuan rumah tentang adakah perjanjian atau kesepakatan antara Prabowo dan Anies Baswedan.
Baca Juga: Kalau Anies Maju Jadi Capres, Prabowo Juga Maju, Gak Pake Mikir Sandiaga Uno Pilih Si Dia
“Apakah ada perjanjian itu atau kesepakatan itu, baik tertulis maupun tidak tertulis (antara Prabowo dan Anies Baswedan)?” tanya Akbar Faizal bincang-bincang yang diunggah pada Kamis 26 Januari 2023 itu.
“Tertulis. Dan untuk episode (membicarkan kesepakatan) itu, saya mengusulkan Bang Akbar mengundang Fadli Zon (politisi Gerindra). Karena dia mendraf dan dia yang nulis tangan… dia pasti ingetlah karena dia yang nulis yang kita tanda tangani bertiga,” tegas Sandiaga Uno.
Menurut Sandi, yang bertanda tangan di perjanjian tersebut adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan dirinya sendiri.
“Tapi gak tahu, dia (Fadli) berani gak ngomong. Tapi rasanya lebih pas dia. Terus terang waktu itu sempat ada kebuntuan, dan sosok Fadli Zon itu mungkin cukup sentral untuk akhirnya melihat, merumuskan dan meramu dari tiga kubu itu. Waktu itu kan ada saya, Pak Prabowo, Pak Anies.”
Sandi, panggilan akrab Sandiaga Uno, sendiri pernah menjadi tandem Prabowo dalam Pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden. Mereka kalah dari pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin.
Akan Dukung Prabowo sebagai Capres
Terkait dengan Pilpres 2024, Akbar Faizal menyakan kepada Sandiaga Uno siapa yang akan dia dukung seandainya Prabowo dan Anies maju sebagai capres.
“Saya tetap membela Pak Prabowo. As simple as that karena saya melihat perjuangan beliau dari awal saya melihat konsistensinya terhadap NKRI.”
Kemudian dia bercerita tentang kesan yang dialami saat bergandengan dengan kedua tokoh itu di kontestasi politik.
“Bersama Pak Anies memenangkan kontestasi, bersama Pak Prabowo belum berhasil. Itu yang saya pikirkan. Itu jawaban jujur saya. Gak perlu mikir saya,” ujarnya.
Dalam pandangan Sandiaga Uno, Prabowo Subianto adalah sosok yang sering disalahpahami banyak orang. Menparekraf itu menggunakan istilah the most missunderstood person dalam jagad perpolitikan Indonesia.
“Karena kalau kita gak kenal gak dekat dia, banyak gak mengerti sosok Pak Prabowo seperti apa. Kalau harus memilih head to head antara Pak Prabowo sama Pak Anies, my heart Pak Prabowo, my brain mungkin sama yang lain tapi my heart is sama Pak Prabowo," tukasnya.
Dalam bincang-bincang itu, Sandiaga Uno juga mengungkapkan sempat dipanggil oleh Prabowo Subianto terkait dengan isu mutakhir di pentas politik nasional. Salah satunya, Sandi disebut-sebut bakal diusung menjadi capres oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Baca Juga: So Sad, Richard Eliezer Minta Maaf kepada Lingling Tunangannya Karena Pernikahan Tertunda
Akbar Fazial juga bertanya kepada Sandiaga Uno tentang kebenaran dia bakal maju sebagai Ketua Umum PPP.
Sandiaga Uno mengaku dia berbicara panjang dengan Prabowo, sekitar 3 jam, membahas berbagai hal termasuk isu yang berkembang tersebut. Dalam pertemuan itu, Sandi menjamin bahwa dia akan tetap di barisan yang membela Prabowo Subianto sebagai capres.
Dalam bincang-bincang itu, Akbar Faizal sempat bertanya apakah ada pembicaraan lagi tentang keputusan Sandi yang menggandeng Anies Baswedan sebagai cagub pada Pilgub 2017.
Sandiaga Uno mengaku dia belum punya rasa percaya diri yang tinggi pada perhelatan politik di DKI. Semula, Partai Gerindra sudah mengusung Sandi sebagai cagub, tetapi pada menit-menit akhir Sandi memilih menjadi cawagub sedangkan posisi cagub diisi Anies Baswedan.
“Beliau (Prabowo) mengatakan sambil senyum-senyum, gimana mas Sandi jadi keputusan yang tepat atau tidak saat itu?" ujar Sandiaga Uno.
Dalam pandangan Sandiaga Uno, Prabowo adalah negarawan yang tidak pernah bicara jelek tentang orang lain. Namun, dia memandang pertanyaan Prabowo itu adalah sebagai teguran.

Share this article
Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Sandiaga Uno ternyata memiliki perjanjian tertulis saat Pilgub 2017 yang disusun oleh Fadli Zon.