AYOJAKARTA.COM – Putri Candrawathi kembali sampaikan permohonan maaf kepada keluarga Yosua pada saat pembacaan pledoi.
Namun permohonan maaf ini tidak direspon baik oleh keluarga Yosua karena dinilai tidak ada ketulusan, ini berkebalikan dengan pemohonan maaf yang disampaikan oleh Richard Eliezer.
Ahli Getstur dan Mikro Ekspresi, Monica Kumalasari menjelaskan bahwa permintaan maaf dari Putri Candrawathi sesungguhnya bisa ditangkap melalui verbal dan non verbal.
Baca Juga: Menikah dengan Maria Eka, Inilah 5 Mantan Julian Jacob: Mulai dari Penyanyi hingga Selebgram!
Secara verbal berarti melalui ucapan, sedangkan non verbal bisa dilihat dan dirasakan dari gestur dan mikro ekspresi.
“Kata maaf ini mengandung pengertian secara verbal maupun non verbal. Secara verbal kita mendengarkan maaf tapi secara non verbal ini bisa divalidasi apakah pesan maaf ini tersampaikan adalah dirasa,” kata Monica Kumalasari.
Monica mengatakan bahwa masyarakat secara luas akan dapat merasakan apabila Putri Candrawathi meminta maaf dengan tulus.
Namun baik masyarakat maupun keluarga Yosua tidak bisa merasakan ketulusan dalam permohonan maaf tersebut.
“Nah kita bisa melihat di dua perbedaan adalah ketika non verbalnya minta maaf ini apakah tersampaikan tidak pesannya. Ternyata kurang mendapat simpati dari keluarga yang seharusnya menerima permintaan maaf,” ujar Monica.
Monica mengamati bahwa ekspresi yang ditunjukkan oleh Putri Candrawathi saat mengatakan permohonan maaf adalah ekspresi yang datar.
Tidak terlihat perubahan ekspresi Putri Candrawathi saat meminta maaf dan saat mengatakan hal lain.
“Ternyata dari ekspresi yang kita lihat ini adalah ekspresi yang flat sama seperti ketika Putri Candrawathi menyampaikan hal-hal yang lain,” kata Monica.
Baca Juga: Presiden Jokowi Resmi Jatuhi Hukuman Mati untuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Benarkah?
Menurut Monica, saat Putri Candrawathi menyampaikan permohonan maaf dengan tidak ada sesuatu yang terasa berbeda baik dari ekspresi maupun dari suara.
Suara yang terdengar dari Putri Candrawathi tidak menyampaikan adanya ketulusan sehingga yang mendengar tidak bisa merasakan sesuatu.
“Kita bisa mengamati dari suara yang bersangkutan, nah ternyata kan dari suara ini kita tidak mendapati sesuatu yang truth yang bisa dirasakan,” kata Monica.
Dari ekspresi dan suara Putri Candrawathi saat membacakan pledoi, Monica mewajarkan jika masyarakat menilai permintaan maaf dari Putri tidak terasa tulus.
Karena secara verbal dan non verbal tidak ada kesinambungan. Secara verbal Putri mengucapkan maaf tapi gestur dan mikro ekspresinya tidak menyampaikan hal tersebut, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, Jumat (27/1/2023).***

Share this article
Monica Kumalasari menjelaskan bahwa permintaan maaf dari Putri Candrawathi sesungguhnya bisa ditangkap melalui verbal dan non verbal.