AYOJAKARTA.COM - Sesar Garsela disebut sebagai sesar paling aktif di wilayah Jawa Barat bagian Selatan.
Sesar Garsela lebih dikenal masyarakat sejak gempa bumi yang melanda Garut pada 3 Desember 2022 dengan Magnitudo 6,4 yang terasa kuat hingga ke Cianjur, Tasikmalaya, Kabupaten Bandung dan kota Bandung.
Banyak yang berspekulasi bahwa sumber dari gempa Garut adalah aktivitas dari Sesar Garsela atau Garut Selatan.
Dikutip dari artikel ayobandung.com yang berjudul “Sesar Garsela Terus Lepaskan Energi, Masyarakat di Garut hingga Bandung Harus Selalu Waspada” pada Senin, 29 Januari 2023 memaparkan perihal Sesar Garsela yang dikenal aktiv di wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Waspada, Kadar Kolesterol dapat Terlihat dari Kuku Kaki, Pernah Cek?
Adanya Sesar Garsela yang dikenal aktif, masyarakat Jawa Barat khususnya Garut dan Bandung untuk tetap waspada.
Berdasarkan keterangan Tutur Teguh, Kepala Stasiun BMKG Bandung menyebut bahwa telah ada sedikitnya 8 gempa bumi akibat dari Sesar Garsela sepanjang Januari 2023.
"Sejak awal Januari 2023 ini, terjadi sedikitnya 8 kali gempa di sekitar Sesar Garsela dengan magnitudo terbesar 3,6 dan terkecil 1,3," tutur Teguh.
Beruntungnya gempa berskala kecil tidak merusak bangunan.
Sejak 2008 BMKG mencatat cluster kegempaan di zona sesar ini, menjadi salah satu struktur sesar paling aktif di Jawa Barat.
Sesar Garut Selatan ini sendiri memiliki dua segmen yakni Segmen Rakutak dan Kencana.
Sesar ini memanjang dari wilayah Selatan Garut ke Selatan Bandung.
Berdasarkan informasi yang didapat, Sesar ini merupakan Sesar aktif yang dapat memicu ratusan gempa meski dalam skala kecil.
Kendati demikian, Kepala Stasiun BMKG Bandung menyebut bahwa kondisi tersebut masih dalam kategori normal.
Sehingga diharapkan agar masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dan jangan panik.
Sebab Sesar yang sering melepaskan energi dalam skala kecil lebih stabil daripada Sesar yang jarang melepaskan energi.
Namun pemerintah tetap menghimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
“Masyarakat diimbau terus waspada dan tidak termakan isu hoaks yang bersumber selain dari BMKG," ujarnya.***

Share this article
Sejak 2008 BMKG mencatat cluster kegempaan di zona sesar ini, menjadi salah satu struktur sesar paling aktif di Jawa Barat.