AYOJAKARTA.COM - Suasana di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu 15 Februari 2023 ricuh setelah vonis 1,5 tahun diberikan kepada Richard Eliezer sebagai justice collaborator dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Irma Hutabarat selaku Ketua Komunitas Civil Society Indonesia merekam suasana sesaat setelah persidangan tersebut.
Suasana terlihat sangat ramai dengan banyaknya wartawan, keluarga Brigadir J dan juga pendukung Richard Eliezer.
Dikutip dari siaran langsung di YouTube Irma Hutabarat Horas Inang oleh ayojakarta.com pada 16 Februari 2023, suasana rusuh dan ricuh di sidang vonis Richard Eliezer sudah dimulai sejak pembacaan vonis.
Banyaknya pendukung yang antusias menunggu vonis Richard Eliezer sudah tidak dapat dibendung lagi.
Apalagi sejak Richard Eliezer resmi menjadi terpidana dengan vonis 1,5 tahun penjara.
Irma Hutabarat merekam momen Richard Eliezer yang langsung diamankan LPSK, hingga tangis haru Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir J.
Suasana mulai memanas ketika keluarga Brigadir J diwawancara dan dimintai pendapat atas vonis yang dijatuhkan kepada Richard Eliezer.
Banyaknya awak media juga membuat ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan penuh sesak.
Dalam rekaman yang diambil oleh Irma Hutabarat, terlihat beberapa orang pendukung Richard Eliezer mengucapkan syukur dan sorak gembira di depan ruang sidang.
Para pendukung mayoritas adalah ibu-ibu yang maju hingga di depan meja Majelis Hakim, hal ini membuat petugas yang ada mulai kewalahan.
Situasi semakin memanas ketika Djuyamto, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berusaha menenangkan situasi dan meminta keluarga Brigadir J untuk keluar dari ruang persidangan.
Baca Juga: Hati-hati! Vonis Bharada E Bisa Berubah Ulah Sosok Ini, Mantan Hakim Agung: Publik Harus Tetap Kawal
Namun, upaya tersebut cukup sulit dilakukan karena banyaknya awak media yang ingin mengetahui tanggapan dari keluarga Brigadir J.
“Bawa keluar, di luar saja. Ayo Inang bawa pergi,” kata Djuyamto memanggil Irma Hutabarat yang akrab disebut Inang.
“Bukan saya pak (yang membuat awak media wawancara di ruang sidang), nggih,” balas Irma Hutabarat.
Djuyamto akhirnya meminta bantuan petugas keamanan untuk membawa keluarga Brigadir J keluar dari ruang persidangan.
Setelah beberapa saat berusaha, akhirnya petugas keamanan berhasil membawa keluarga Brigadir J keluar dari ruang persidangan dan situasi ricuh di dalam ruangan akhirnya mereda.
Kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini telah menjadi perhatian publik sejak pertengahan tahun 2022.
Richard Eliezer merupakan satu dari beberapa orang yang terseret dalam kasus ini.
Dalam persidangan yang berlangsung selama beberapa bulan, banyak bukti yang diungkap dan kesaksian yang disampaikan.
Vonis 1,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Richard Eliezer sebagai justice collaborator ini menjadi sorotan publik, terutama setelah sempat menimbulkan polemik menjelang sidang.***

Share this article
Suasana ricuh setelah sidang vonis Richard Eliezer bikin Humas PN Jaksel Djuyamto sampai buka suara.