AYOJAKARTA.COM -- Beberapa bulan lalu, dunia otomotif sempat dikejutkan dengan sejumlah kasus sepeda motor yang mengalami patah rangka.
Lebih mengejutkannya lagi adalah sepeda motor yang mengalami patah rangka bukan saja dari tahun produksi lama atau motor tua.
Kasus patah rangka juga terjadi pada sepeda motor dengan tahun produksi muda atau motor yang tergolong masih baru.
Atas maraknya peristiwa patah rangka tersebut, produsen pembuat sepeda motor kemudian memberi pernyataan resmi.
Meski telah memberikan penjelasan secara rinci agar mudah dipahami, publik justru menanggapinya dengan beragam kritik.
Sejumlah pemilik sepeda motor yang terlalu khawatir akan mengalami patah rangka bahkan lebih memilih untuk menjual unitnya.
Sebagaimana umumnya besi, rangka sepeda motor yang terbuat dari unsur besi tentu saja berpotensi mengalami korosi atau karat.
Baca Juga: Jarang Diberitakan, Timnas Futsal Putri malah Bikin Bangga Raih Posisi Ketiga Piala AFF 2024
Selain karena cipratan air yang sering diabaikan pemilik, bagian dalam rangka yang tersembunyi juga menjadi alasan pemilik kurang memperhatikan kendaraannya.
Akumulasi dari proses pengaratan pada rangka inilah yang pada momen tertentu menjadi penyebab motor mengalami patah rangka.
Agar tidak mengalami masalah rangka patah ketika berkendara di jalan, langkah pencegahan dari dampak karat perlu dilakukan.
Baca Juga: Tidak Membutuhkan Kompor! 5 Cara Mudah Bikin Roti Jadi Ide Usaha Kuliner Praktis
Karenanya setiap pemilik kendaraan roda dua juga perlu melakukan pemeriksaan rutin dan berkala pada bagian rangka.
Guna menghindari permasalahan patah rangka, setiap pemilik kendaraan perlu melakukan tahapan pemeriksaan seperti berikut.
1. Periksa rangka
Pertama adalah dengan membuka penutup body kendaraan agar bagian rangka yang tersembunyi bisa terlihat lebih jelas.
Jika pemilik kendaraan mendapat ada bagian rangka yang mengalami karat, maka diperlukan tindakan penanganan.
2. Bersihkan karat
Untuk menangani rangka motor yang karat, caranya adalah dengan membersihkan secara perlahan bagian yang mengalami karat.
Proses membersihkan karat pada rangka dapat dilakukan dengan menggunakan amplas dan dilanjut melumurinya menggunakan cairan thinner.
3. Cat ulang rangka
Setelah rangka kendaraan yang berkarat selesai dibersihkan, proses selanjutnya adalah dengan menyemprotkan cat secara berulang.
Lakukan pengecatan berulang sampai bagian karat benar-benar terlapisi atau menggunakan spray untuk hasil yang tipis namun merata.
Baca Juga: Mudah Ditemukan di Jakarta! 5 Kuliner Betawi yang Terkenal Lezat
4. Semprot anti karat
Proses membersihkan korosif juga dapat dilakukan dengan menyemprotkan cairan anti karat ke bagian rangka mesin yang menguning.
5. Bawa ke bengkel jika sudah gawat kondisinya
Jika pemilik kendaraan mendapati ada bagian yang mulai mengeropos atau bolong-bolong, segera lakukan penanganan profesional.
Dengan mengetahui suatu permasalahan lebih awal, penanganan yang tepat bisa dilakukan sehingga terhindar dari patah rangka ketika di perjalanan.
Demikian dirangkum Ayojakarta pada Rabu 30 Agustus 2023 dari YouTube Mokas.
Share this article
Kasus patah rangka juga terjadi pada sepeda motor dengan tahun produksi muda atau motor yang tergolong masih baru.