AYOJAKARTA.COM - Kerja, kuliah di perguruan tinggi reguler atau mendaftar sekolah kedinasan, menjadi problem tersendiri bagi para siswa lulusan SMA.
Minimnya informasi mengenai dunia kerja, perguruan tinggi reguler atau sekolah kedinasan, membuat para lulusan SMA terjebak dalam kebimbangan.
Selain bimbang menentukan kerja, meneruskan ke perguruan tinggi reguler atau sekolah kedinasan, persiapan biaya serta peluang yang diperoleh juga menjadi persoalan.
Karena itu peran penting dari para orang tua ataupun kerabat dalam mendampingi siswa lulusan SMA menjadi sangat penting serta dibutuhkan.
Di samping karena menyangkut masa depan, memastikan buah hati tidak merasa sendirian menghadapi persoalan juga menjadi salah satu peran penting untuk dilakukan.
Sebagai informasi tambahan menyangkut pilihan, berikut ini adalah perbedaan mendasar antara perguruan tinggi reguler dengan sekolah kedinasan.
Dikutip dari Instagram @studikedinasan.id, Jumat (26/4/2024) perbedaan pertama antara sekolah kedinasan dengan perguruan tinggi konvensional adalah terletak pada Instansi yang Menaungi.
Berbeda dengan perguruan tinggi atau universitas pada umumnya yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah kedinasan dikelola oleh instansi terkait.
Baca Juga: Ingin Masuk Sekolah Kedinasan? Ini Kisi-kisi SKD untuk Sekdin yang Harus Kamu Pelajari!
Sekolah kedinasan PKN STAN berada di bawah instansi Kementerian Keuangan, STIN dibawah Badan Intelijen atau STIS yang berada dibawah naungan Badan Pusat Statistik.
Selain instansi yang menaungi, perbedaan selanjutnya antara sekolah kedinasan dengan perguruan tinggi reguler adalah pada Biaya Pendidikan.
Jika biaya kuliah di perguruan tinggi menjadi tanggung jawab masing-masing mahasiswa, sebagian besar biaya kuliah di sekolah kedinasan ditanggung instansi yang menaungi.
Perbedaan selanjutnya antara sekolah kedinasan dengan perguruan tinggi reguler adalah pada aspek Dunia Perkuliahan.
Berbeda dengan perguruan tinggi reguler yang cenderung serius tapi santai, sekolah kedinasan menekankan pada aspek kedisiplinan.
Saat perguruan tinggi reguler tidak mengharuskan tampil dengan seragam, sekolah kedinasan justru sebaliknya.
Karena itu, salah satu prasyarat yang ditetapkan sekolah kedinasan juga cenderung berbeda dengan perguruan tinggi atau universitas pada umumnya.
Adapun perbedaan mendasar selanjutnya yang menjadi pembeda antara sekolah kedinasan dengan perguruan tinggi reguler adalah pada aspek Privilege atau Keleluasaan.
Umumnya perguruan tinggi memberikan beasiswa hanya bagi mahasiswa yang dianggap memenuhi sejumlah persyaratan, baik akademik maupun teknik.
Sementara di beberapa sekolah kedinasan, justru diberikan keleluasaan berupa pemberian uang saku setiap bulan kepada seluruh mahasiswanya.
Sejumlah sekolah kedinasan juga memberikan layanan atau fasilitas secara cuma-cuma berupa asrama kepada para mahasiswanya, sementara di perguruan tinggi tidak ada. ***

Share this article
Berikut ini perbedaan antara sekolah kedinasan dan perguruan tinggi reguler, calon mahasiswa wajib tahu.