AYOJAKARTA.COM - Tahun 2025 akan menjadi tahun yang sangat krusial dalam sejarah sistem rekrutmen guru di Indonesia.
Dengan transformasi besar melalui integrasi PPG (Pendidikan Profesi Guru) prajabatan sebagai pengganti tes PPPK.
Berdasarkan pernyataan resmi dari Direktur Jenderal GTK, Ibu Nunuk Suryani, "PPG prajabatan 2025 akan diintegrasikan menjadi tes PPPK dan sistem pengangkatan ASN."
Hal ini menandai berakhirnya era pengangkatan guru honorer dan tes PPPK konvensional.
Baca Juga: Harga iPhone 16 Pro Max, iPhone 16, iPhone 16 Plus, dan iPhone 16 Pro di Indonesia, Masih Dugaan?
Dikutip dari kanal YouTube pagiyly, Selasa (14/1/2025) perubahan fundamental ini membawa konsekuensi bahwa setiap calon guru yang berhasil menyelesaikan PPG Prajabatan akan secara otomatis mendapatkan dua hal penting.
1. Nomor Induk Pegawai (NIP)
2. Nomor sertifikat pendidik
Hal ini merupakan terobosan signifikan dibandingkan sistem sebelumnya yang mengharuskan guru melalui dua proses terpisah.
Tes PPPK untuk menjadi ASN dan mendapatkan gaji pokok, serta tes PPG guru tertentu untuk memperoleh tunjangan sertifikasi.
Baca Juga: Info Beasiswa LPDP 2025: Jenis, Jadwal Pendaftaran hingga Tahapan Seleksi
Proses PPG Prajabatan 2025 yang akan dimulai pada bulan Maret menerapkan sistem pembelajaran yang sangat komprehensif dan terstruktur.
Tahapan pertama dimulai dengan ujian masuk yang selektif, dilanjutkan dengan orientasi untuk mempersiapkan calon guru.
Semester pertama mencakup Hybrid Learning yang mengkombinasikan pembelajaran daring dan luring, dilanjutkan dengan perkuliahan berorientasi praktik sebanyak 12 SKS.
Komponen penting lainnya adalah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah dengan bobot 6 SKS yang terbagi menjadi dua aktivitas utama.
1. Pengamatan siswa (observation teaching)
2. Praktik mengajar mata pelajaran (assistant teaching)
Pada semester kedua, pembelaharan berlanjut dengan perkuliahan berorientasi praktik 8 SKS, ditambah dengan proyek kepemimpinan di lingkungan masyarakat 2 SKS.
PPL semester kedua memiliki bobot lebih besar yaitu 8 SKS dengan fokus pada proyek inovasi pengajaran dan penanganan studi kasus siswa bermasalah.
Seluruh proses pembelajaran ini diakhiri dengan uji kompetensi PPG yang komprehensif sebagai penentu kelulusan.
Baca Juga: PPG Prajabatan 2025 Dibuka Maret! Inilah 7 Persyaratan Wajib yang Perlu Disiapkan Calon Guru
Sistem baru ini membawa perubahan paradigma dalam jalur pengangkatan guru menjadi PNS dengan PPPK sebagai tahap intermediasi yang wajib dilalui.
Seperti yang ditegaskan oleh Ibu Nunuk Suryani, "Setiap PNS akan dimulai dari PPPK, sebab dengan ini PPG Prajabatan tahun 2025 yang akan menjadi penentu guru jadi ASN atau tidak".
Skema pengangkatan yang direncanakan menunjukkan bahwa setelah lulus PPG dan menjadi PPPK.
Para guru akan menjalani masa evaluasi dan penilaian sebelum dapat diangkat menjadi PNS melalui regulasi yang akan ditetapkan kemudian.
Baca Juga: iPhone SE 4 'Membunuh' Android Kelas Menengah? Ini Bukti-buktinya
Transformasi ini mencerminkan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru melalui sistem rekrutmen yang lebih terintegrasi dan terukur.
Sistem ini juga memberikan kepastian jalur karir bagi para guru, di mana setiap tahapan mulai dari PPG hingga pengangkatan PNS memiliki kriteria dan standar yang jelas.
Sehingga dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih terstruktur dan profesional.***
Share this article
Benarkah calon guru bisa langsung berstatus menjadi PNS melalui PPG Prajabatan 2025? Simak penjelasannya di sini.