AYOJAKARTA.COM -- Sering dianggap sebelah mata, tidak sedikit masyarakat yang menilai lulusan jurusan sastra sebagai jurusan Madesu atau masa depan suram.
Di samping karena bidang program studi yang kurang diminati dunia korporasi, lulusan jurusan sastra dianggap memiliki peluang berkarir lebih kecil dibanding jurusan lain.
Bagi kebanyakan orang para lulusan jurusan sastra hanya berpeluang besar di bidang kerja mandiri seperti Penulis, atau berkarir sebagai tenaga pengajar di bidang pendidikan.
Baca Juga: Gak Cuma S1! Ini Daftar Jurusan Kuliah Jenjang D3 yang Bisa Melamar CPNS 2024 di Kejaksaan Agung
Secara umum jurusan sastra bukan saja mempelajari bahasa dan budaya secara menyeluruh, tetapi juga menggali aspek filsafat yang terkandung di dalamnya.
Jurusan sastra memiliki konsentrasi bidang studi yang meliputi Literatur, Linguistik, Penerjemahan serta Kajian Budaya.
Melalui kajian bahasa serta aspek filosofis, kehidupan sosial dan budaya serta cara pandang suatu negara dapat diketahui secara lebih terperinci.
Dengan memilih jurusan kuliah sastra, seorang mahasiswa secara tidak langsung telah menjadi agen kebudayaan sesuai bidang pilihannya.
Sehubungan dengan peluang bekerja atau berkarir bagi para lulusan jurusan sastra, sebagian bidang kerja di dunia korporasi atau sektor swasta mengenal istilah senioritas.
Biasanya, lulusan baru atau entry level memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan dengan kisaran angka antara Tiga hingga Lima juta rupiah.
Karena nilai yang dianggap relatif kecil tersebut, tidak sedikit para lulusan sastra lebih memilih untuk mengikuti seleksi CPNS.
Jika tercatat sebagai seorang aparatur sipil negara, seorang mahasiswa lulusan sastra memiliki peluang untuk mendapatkan gaji sesuai ketentuan pemerintah.
Sedangkan bagi seorang lulusan sastra yang termasuk kategori senior atau mahir, berpeluang untuk memiliki pendapatan mencapai angka delapan sampai 20 juta rupiah.
Lulusan jurusan sastra yang termasuk dalam kategori senior berpeluang untuk terlibat dalam dunia pendidikan sebagai Ahli, Pakar atau Guru Besar.
Dengan memegang jabatan tersebut, seorang lulusan sastra memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan bayaran melebihi 25 juta rupiah setiap bulan.
Adanya variasi lulusan jurusan sastra, seperti Sastra Indonesia, Arab, Inggris, Perancis dan sebagainya; ikut memperbesar peluang mendapatkan benefit tinggi.
Meski bagi sebagian orang lulusan sastra sering dianggap sebelah mata, namun tingkat kebahagiaan lulusan ini relatif tinggi.
Berbeda dengan sejumlah jurusan kuliah lain yang selalu dihadapi dengan banyak tekanan dan kerumitan, lulusan sastra relatif lebih persuasif atau menyenangkan.
Mengacu pada prinsip kebermanfaatan peran, para mahasiswa lulusan sastra memiliki tingkat kebahagiaan mencapai level 96 persen atau sangat bahagia.***

Share this article
Sering dianggap sebelah mata, tidak sedikit masyarakat yang menilai lulusan jurusan sastra sebagai jurusan Madesu atau masa depan suram.