AYOJAKARTA.COM - Sebagai calon mahasiswa, tentunya kita masih bingung dalam memilih jurusan apa yang akan kita tekuni ke depannya.
Banyak orang memilih jurusan minat. Selain itu, banyak juga yang memilih jurusan karena jurusan tersebut sedikit peminatnya.
Dalam memilih jurusan yang akan kita tekuni ke depannya, pertama kita harus menentukan minat atau hal yang kamu sukai.
Setelah menentukan jurusan yang sesuai dengan minat. Kemudian, kita harus mengetahui secara garis besar tentang jurusan yang akan kita pilih tersebut.
Mungkin banyak dari teman - teman yang bertanya-tanya, apa sih bedanya jurusan agribisnis dan agroteknologi?
Dikutip AyoJakarta.com dari video YouTube SA Channel, Jumat (14/6/2024) berikut lima perbedaan jurusan kuliah agribisnis dan agroteknologi:
1. Sektor hulu dan sektor hilir
Perbedaan paling mendasar adalah jurusan agribisnis mempelajari sektor hulu hingga sektor hilir, sementara agroteknologi fokus di sektor hulu.
Sektor hulu adalah sektor yang berperan di on-farm atau proses produksi, sedangkan sektor hilir berperan di off-farm atau proses pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.
Jadi, mahasiswa agroteknologi lebih fokus mempelajari hal - hal yang berhubungan dengan proses penanaman tumbuhan hingga panen.
Sedangkan mahasiswa agribisnis akan mempelajari sedikit tentang proses penanaman namun lebih mendalam pada proses pengolahan dan pemasaran.
2. Bisnis dan ekonomi pertanian
Mahasiswa agribisnis akan banyak mempelajari bisnis dan ekonomi pertanian tentang ekonomi perusahaan pertanian, ekonomi pembangunan pertanian, ekonomi mikro, dan ekonomi makro.
Hal - hal yang dipelajari secara garis besar meliputi faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran produk pertanian, menghitung biaya untuk memulai usaha, serta menghitung pemasukan usaha.
3. Penguasaan teknologi pada produksi pertanian
Mahasiswa jurusan agroteknologi akan mengeksplor teknik atau teknologi baru dalam dunia pertanian dan mempelajari cara budidaya tanaman, baik itu tanaman perkebunan, pangan, maupun hidroponik.
Selain itu, jurusan ini juga memiliki mata kuliah yang cukup keren seperti pemuliaan tanaman, yang memungkinkan mahasiswa untuk menyilangkan tanaman satu dengan yang lainnya.
4. Keuangan dan akuntansi
Mahasiswa agribisnis mempelajari manajemen keuangan dan akuntansi. Meskipun jurusan ini juga menawarkan mata kuliah budidaya tanaman, intensitasnya tidak seberat pada jurusan agroteknologi.
Jurusan agribisnis belajar manajemen keuangan dan akuntansi yang bertujuan agar mereka mampu membantu para petani membuat laporan keuangan atau jika bekerja di perusahaan pertanian, bisa menjadi manajer keuangan.
5. Prospek kerja
Walaupun sekilas terlihat sama, terdapat perbedaan prospek kerja antara jurusan agribisnis dan agroteknologi.
Lulusan agribisnis dapat bekerja sebagai konsultan agribisnis, bekerja di badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda), perusahaan logistik, koperasi, atau badan usaha milik negara.
Lulusan Agribisnis juga memiliki peluang kerja sebagai manajer pemasaran, manajer keuangan, dan di bank.
Sedangkan lulusan agroteknologi dapat bekerja sebagai konsultan sektor pertanian, peneliti di lembaga ilmu pengetahuan Indonesia, dosen, pengusaha pembibitan, perkebunan negeri atau swasta, dan di industri pupuk.
Itulah lima perbedaan antara jurusan agribisnis dan agroteknologi yang telah dirangkum. Bagaimana, sudah bisa memilih mau mengambil jurusan agribisnis atau agroteknologi?
Apapun jurusan yang kamu pilih, yang terpenting adalah selalu merasa nyaman dengan jurusan tersebut agar kelak tidak berhenti di tengah jalan.***
Share this article
Berikut ini adalah lima perbedaan jurusan kuliah Agribisnis dan Agroteknologi yang perlu kamu tahu sebelum pilih kuliah bidang pertanian.