Jangan Sampai Salah! Sering Jadi Syarat Beasiswa, Ini Perbedaan Antara IELTS dan TOEFL

Ilustrasi Pejuang Beasiswa
Ilustrasi Pejuang Beasiswa

AYOJAKARTA.COM -- Bagi para pejuang beasiswa pasti tahu tentang syarat yang satu ini, yaitu syarat kemampuan Bahasa Inggris.

Biasanya saat ingin mendaftar beasiswa, para pelamar akan diminta menunjukkan kemampuan Bahasa Inggris dengan mengikuti beberapa tes.

Terdapat dua tes untuk menunjukkan kemampuan Bahasa Inggris yang sering digunakan untuk mendaftar beasiswa yaitu IELTS dan TOEFL.

Meskipun IELTS dan TOEFL ini merupakan tes terstandarisasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris seseorang, namun keduanya memiliki perbedaan.

Baca Juga: Dijamin Mudah Bangun Relasi! Mahasiswa Baru (Maba) Wajib Tahu 4 Tips Ini Loh

Sebelum mendaftar beasiswa ada baiknya bagi para pejuang kuliah gratis untuk mengetahui perbedaan antara IELTS dan TOEFL.

Lantas, apa saja perbedaan antara IELTS dan TOEFL yang harus diketahui sebelum mendaftar beasiswa?

Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @elevau.id pada Senin (5/8/2024), berikut perbedaan antara IELTS dan TOEFL yang harus diketahui sebelum mendaftar beasiswa.

Baca Juga: Kamu Mahasiswa Kedokteran? Ini Beasiswa Khusus Untukmu selain LPDP!

1. Bahasa Inggris yang digunakan

Perbedaan pertama antara IELTS dan TOEFL terletak yaitu terletak pada Bahasa Inggris yang digunakan.

Terdapat dua Bahasa Inggris terpopuler yang digunakan yaitu British (United Kingdom) dan juga Amerika (Unites State).

TOEFL digunakan untuk menguji atau mengetes kemampuan Bahasa Inggris dengan aksen Amerika.

Sementara itu, IELTS (International English Language Testing System) digunakan untuk menguji kemampuan Bahasa Inggris dengan aksen British.

Baca Juga: Pejuang Kuliah Gratis Wajib Tahu! Ini Jenis Beasiswa Berdasarkan Sumber Pembiayaan, Mana Incaran Kamu?

2. Dilihat dari jenisnya

Perbedaan kedua antara IELTS dan TOEFL yaitu terletak pada jenisnya.

Seperti diketahui bahwa tes menguji kemampuan Bahasa Inggris memiliki banyak jenis.

Untuk TOEFL terdiri dari dua jenis yaitu Internet Based Test (iBT) yang dilakukan secara online dan diakui secara internasional.

Baca Juga: Pejuang Kuliah Gratis Merapat! Ini Cara Mudah untuk Bisa Dapatkan Beasiswa

Selanjutnya yaitu ada Institutional Testing Program (ITP) yang melibatkan ujian tertulis menggunakan kertas dan biasanya hanya berlaku di Asia.

Sementara itu, IELTS terdiri dari dua jenis.

Pertama, IELTS Academic yang materinya lebih berkutat pada seputar dunia akademik.

Kedua yaitu IELTS General Academic yang lebih menekankan kemampuan Bahasa Inggris dalam konteks pekerjaan atau sehari -hari.

Baca Juga: Kena UKT Tinggi? Jangan Khawatir! Simak Rekomendasi Beasiswa dari SMA sampai Kuliah yang Bisa Dicoba

3. Kemampuan yang diujikan

Perbedaan selanjutnya antara IELTS dan TOEFL yaitu dilihat dari kemampuan yang diujikan.

TOEFLterdiri dari beberapa tes yaitu listening (mendengarkan), structure and written expression (struktur dan ekspresi tertulis), reading chomprehension (pemahaman bacaan) dan written english test (tes menulis Bahasa Inggris).

Sementara IELTS sama seperti tes TOEFL, hanya saja ada tambahan sesi speaking (berbicara) yang nantinya harus berhadapan langsung dengan penguji untuk menjawab pertanyaan.

Baca Juga: Lulusan Paling Dicari! Bisa Berkarir di Perusahaan atau Bidang Akademik, Daftar Beasiswa Aku Despro ITTP Sekarang

4. Kegunaan tes

Salah satu perbedaan antara TOEFL dan IELTS bisa dilihat dari kegunaan tes itu sendiri.

Tes TOEFL banyak digunakan untuk kebutuhan pendidikan terutama untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke universitas di Amerika Serikat, Kanada dan sekitarnya.

Sementara itu, tes IELTS banyak digunakan sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris, Selandia Baru, Australia dan negara-negara Commonwealth lainnya.

Baca Juga: Dapatkan Beasiswa Aku Despro ITTP: Pendidikan S1 Desain Produk untuk Masa Depan Gemilang

5. Sistem penilaian

Sistem penilaian menjadi salah satu perbedaan antara tes TOEFL dan IELTS.

Di mana TOEFL iBT akan menggunakan penilaian minimal 0 - maksimal 120 dan TOEFL ITP minimal 0 - maksimal 677.

Sementara itu sistem penilaian di IELTS sendiri yaitu minimal 0 - maksimal 9,0.

Demikian informasi mengenai perbedaan TOEFL dan IELTS yang wajib diketahui, semoga bermanfaat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# IELTS
# TOEFL
# Perbedaan
# syarat
# Beasiswa

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).