AYOJAKARTA.COM – Nama Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Universitas Diponegoro mendadak santer jadi bahan pembicaraan dan pemberitaan.
Pasalnya seorang mahasiswi PPDS Anestesiologi berinisial ARL mengakhiri hidupnya karena merasa tertekan akibat kasus perundungan.
Kasus ini sedang disidik polisi dan Kementerian Kesehatan.
Terlepas dari kasus tersebut, PPDS Anestesiologi termasuk dalam Fakultas Kedokteran yang menawarkan 19 program studi dokter spesialis.
Baca Juga: Tegas! Menkes Akan Cabut Surat Izin Praktik Dokter yang Bully Mahasiswi PPDS Prodi Anestesi UNDIP
Dikutip ayojakarta.com dari situs resmi Undip pada Jumat (16/8/2024), PPDS merupakan tahapan lanjutan pendidikan dokter untuk menjadi spesialis, memiliki daya tampung hingga 30 mahasiswa.
Biaya yang harus dikeluarkan peserta program PPDS tidaklah ringan.
Setiap mahasiswa diwajibkan membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp15.500.000 per semester.
Sedangkan lama pendidikan untuk menyelesaikan PPDS Anestesiologi di Universitas Diponegoro berlangsung selama delapan semester.
Artinya jika delapan semester maka total SPP yang harus dibayar adalah Rp124.000.000.
Selain itu, ada juga biaya Investasi Pendidikan Institusi (IPI) yang harus dibayarkan sekali pada saat awal masuk sebesar Rp25.000.000.
Maka total biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan program ini adalah Rp149 juta.
Jumlah tersebut belum termasuk biaya hidup sehari-hari, buku dan kebutuhan lainnya.
Kasus ARL yang mengakhiri hidupnya menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan terutama bagi program dengan tekanan akademik tinggi.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menaruh perhatian khusus terhadap masalah ini.
Ia mengakui bahwa sudah menerima banyak keluhan soal perundungan ini dari mahasiswa, pasangan bahkan para orangtua.
"Bullying ini sudah berlangsung terlalu lama. Kami telah menerima banyak laporan, termasuk dari mahasiswa, orang tua, hingga pasangan korban," katanya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Armor Toreador Ajukan Restorative Justice, Ternyata Ini Alasannya
Bahkan ia menyebut jika mahasiswa junior di PPDS Anestesiologi diintimidasi agar tak berbicara atau berkomentar tentang kasus ini.
“Begitu kita mau memeriksa semua murid-murid junior diintimidasi, tidak boleh bicara dan ini menurut saya tidak baik,” tegasnya.
Akibat kondisi yang tak kondusif tersebut, Menkes sementara membekukan PPDS Anestesiologi hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk keperluan penyidikan.***
Share this article
Cukup fantastis, ternyata segini biaya kuliah yang harus dikeluarkan mahasiswa PPDS Anestesiologi UNDIP hingga lulus.