AYOJAKARTA.COM - Kata inner child merupakan suatu istilah psikologi yang lagi populer di masyarakat. Bahkan, boyband Korea BTS sampai meluncurkan sebuah lagu berjudul inner child.
Dalam lirik lagu inner child ini menjelaskan tentang pengalaman berat hidup seorang ketika masih kecil. Setelah menjadi dewasa, orang tersebut tetap hidup bersama dengan pengalaman masa kecilnya itu.
Istilah "inner child" sendiri merupakan sebuah istilah yang digunakan sebagai gambaran untuk seseorang yang memiliki sisi kepribadian, dengan tindakan dan perasaan seperti anak kecil atau dalam istilah lain dapat diartikan sebagai sisi kekanak-kanakan dalam diri seseorang tersebut.
Baca Juga: Kenali 5 Tipe Apology Language Agar Tahu Cara Meminta Maaf ke Pasangan
Sebuah akumulasi dari semua peristiwa yang terjadi pada masa kanak-kanak baik buruknya yang terjadi biasanya akan otomatis membentuk pribadi sampai dewasa sebagai akibat dari apa yang terjadi pada masa kecilnya itu.
Dalam hal ini tentunya inner dhild akan berpengaruh pada kepribadian dan cara bersikap seseorang tersebut hingga dewasa.
Bila pada masa kecilnya banyak mengalami hal-hal sulit dan buruk tentunya akan mempengaruhi kepribadian menjadi seorang yang destruktif, dan banyak kepribadian buruk yang akan melekat pada dirinya.
Baca Juga: Wanita Penderita Endometriosis Lebih Berisiko Terkena Stroke, Ini Penyebabnya!
Dan dari lagu inner child oleh V BTS ini ingin menegaskan, walaupun seseorang memiliki inner Child yang berbeda-beda, atau bahkan jika dipenuhi pengalaman yang sulit dan buruk, dan rasa pesimistis akan hidup, yakinlah mereka seharusnya bisa dan mau berusaha untuk berubah, menjadi orang yang lebih positif.
Dilansir Ayojakarta.com dari Hello Sehat, Rabu (27/7/2022) secara garis besar, inner child tersebut mencakup aspek-aspek yang membangun kepribadian seseorang sejak masa kecil. Pengalaman dan pengetahuan yang didapat seseorang di masa kecil lah yang membentuknya menjadi orang dewasa.
Kamu pernah dengar kata tentang "kita harus berdamai dengan inner child kita yang mungkin masih memiliki luka-luka yang belum sembuh.
Baca Juga: Ketahui 5 Penyebab Orang Gampang Emosi!
Luka-luka tersebut seringkali membuat kita "salah jalan" karena kita secara tidak sadar menganggap bahwa penyebab-penyebab luka masa kecil itu adalah hal yang normal.
Saat inner child ini terluka, ia akan mempengaruhi Anda sebagai orang dewasa dalam mengambil keputusan dan menjalani hubungan dengan orang lain.
Inner child sendiri merupakan salah satu komponen pembentuk karakter dari diri Anda. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui, menerima, dan terkoneksi dengan sisi dalam anak-anak yang ada di dalam diri.
Baca Juga: Kenali Gejala Cacar Monyet yang Mirip Cacar Air dan Daftar Orang yang Berisiko Terkena Penyakit Ini!
Dalam hal ini ada beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penyebab inner child di dalam diri terluka.
- Kehilangan orangtua atau wali dan keluarga dekat.
- Kekerasan fisik, emosional, atau seksual.
- Pengabaian.
- Penyakit serius.
Baca Juga: Jangan Khawatir, Perempuan Berusia di Atas 36 Tahun Dapat Pengalaman Seks Terbaik!
- Perundungan atau bullying.
- Gempa bumi.
- Perpecahan dalam keluarga.
- Ada anggota keluarga yang menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang.
- Kekerasan dalam rumah tangga.
- Ada anggota keluarga yang memiliki gangguan mental.
- Hidup di pengungsian.
- Terpisahkan dari keluarga.
Baca Juga: Mengapa Kita Bisa Alami Depresi? Kenali Penyebabnya!
Jika kamu pernah mengalami salah satu kondisi seperti di atas dan harus menghadapinya sendiri, maka kemungkinan inner child yang terdapat di dalam diri kamu sedang terluka.
Salah satu ciri sisi anak-anak dalam diri sedang terluka yakni cara pandang terhadap dunia. Jika Anda merasa bahwa dunia bukan tempat yang aman, mungkin ada trauma masa kecil mendalam yang pernah Anda rasakan dan melukai inner child tersebut.
Disini ada tanda inner child yang perlu Anda perhatikan.
- Merasa ada yang salah dengan diri Anda.
- Selalu berusaha menyenangkan semua orang.
- Terkadang merasa senang jika bermasalah dengan orang lain.
- Susah move on dari orang lain.
- Sering kali merasa cemas jika dihadapkan dengan sesuatu yang baru.
- Rasa bersalah jika memberikan batasan atas diri Anda kepada orang lain.
- Selalu berusaha untuk menjadi yang terdepan.
- Perfeksionis.
- Sering kesulitan memulai dan menyelesaikan tugas.
- Selalu mengkritik diri sendiri.
- Sering merasa malu saat harus menunjukkan perasaan.
- Malu dengan bentuk tubuh sendiri.
- Sering menaruh curiga kepada orang lain.
- Berusaha menghindari konflik bagaimanapun caranya.
- Takut ditinggalkan.***

Share this article
Inner child adalah suatu istilah psikologi yang saat ini lagi populer. Kalian harus kenali penyebab dan tanda bahwa inner childmu terluka.