AYOJAKARTA.COM - Gangguan obsesif-kompulsif atau OCD adalah suatu kondisi kesehatan mental di mana seseorang terperangkap dalam siklus pemicu obsesif dan melakukan tindakan kompulsif untuk menghilangkan tekanan.
Dilansir dari ChoosingTherapy.com, Organisasi Kesehatan Dunia mengkategorikan OCD sebagai salah satu dari sepuluh kondisi yang paling melumpuhkan.
Gejala OCD ditandai dengan sifat obsesi dan ritual kompulsifnya.
Obsesi mungkin mencakup ketakutan akan kontaminasi, bahaya, ketidaksempurnaan, agama, seks, kekerasan, hubungan, atau bahkan fungsi tubuh.
Baca Juga: Tips Psikologi: 5 Cara Meninggalkan Hubungan yang Toxic
Kompulsi dapat bersifat perilaku atau mental dan mungkin termasuk memeriksa, mengoreksi pikiran, mencari kepastian, mengatur ulang, atau bahkan menghindari.
Tanda-tanda OCD
1. Obsesi
Obsesi adalah pikiran, gambaran, atau dorongan mengganggu yang tidak diinginkan yang mengganggu penderita OCD.
Obsesi seringkali mengandung materi tabu yang menyusahkan penderita OCD.
2. Kompulsi
Kompulsi adalah tindakan mental atau perilaku yang dilakukan untuk meringankan tekanan yang disebabkan oleh obsesi.
Kompulsi terkadang memberikan kelegaan jangka pendek pada penderita OCD, namun dalam jangka panjang, hal tersebut menyebabkan penghindaran untuk mengatasi obsesi tersebut.
Baca Juga: Tips Psikologi: Kenali 5 Ciri Kamu Berada dalam Hubungan yang Beracun
Obsesi dan Kompulsi Umum pada Perempuan
OCD pada perempuan mungkin mencakup obsesi yang berpusat pada diri sendiri, hubungan, dan anak-anak.
Pasien OCD perempuan cenderung lebih takut akan kontaminasi dan, akibatnya, lebih banyak melakukan perilaku membersihkan OCD.
Perempuan dengan OCD umumnya terobsesi dengan kebutuhan akan simetri dan ketepatan.
Baca Juga: Tips Psikologi: 3 Teknik Ampuh Saat Kamu Diabaikan Seseorang
Perempuan juga lebih sering mengalami gejala OCD dan gangguan makan.
Gejala OCD pada perempuan mungkin mencakup dorongan yang berpusat pada kesempurnaan tubuh, rumah, hubungan, atau kinerja.
Kompulsi juga dapat mencakup ketakutan akan bahaya yang menimpa diri sendiri atau anak-anak, terutama selama atau setelah kehamilan.***
Share this article
Waspadai beberapa gejala terkait gangguan kesehatan OCD perempuan menurut edukasi psikologi, antisipasi agar tidak berujung fatal!